Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Pasar Smart TV Disebut Melonjak

Kamis 12 Dec 2019 06:33 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Android TV ilustrasi

Android TV ilustrasi

Foto: istimewa
Penjualan smart tv disebut naik 52 persen pada periode Okteober 2018-September 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasar smart tv melonjak. PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) menyebut penjualan televisi pintar naik 52 persen menjadi 700.000 unit pada periode Oktober 2018 sampai September 2019 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Kondisi itu membuat produsen elektronik asal Jepang, PT SEID tergiur untuk penetrasi pasar lebih dalam ke segmen smart tv di Tanah Air.

"Kami akan fokus ke smart tv," kata Deputy GM TV System Business Unit Sharp Corp EijiroTosen di Jakarta, Rabu (11/12).

Ia mengakui potensi pasar dan pertumbuhan permintaan televisi LED khususnya smart tv yang besar di Indonesia menarik minat Sharp Corp untuk mengembangkan produk tersebut dengan membuat produk yang sesuai dengan pasar Indonesia. "Indonesia merupakan pasar yang penting bagi kami," kata Tosen.

Indonesia, lanjut dia, memberi kontribusi penjualan TV LED Sharp ke-3 terbesar dengan kontribusi sebesar 19 persen, setelah Jepang (26:persen) dan Eropa (24 persen).

Oleh karena itulah, seperti yang dituturkan Nasional Senior GM PT Sharp Electronics Indonesia Andry Adi Utomo, pihaknya merakit smart tv termasuk model terbaru Sharp Android TV dengan Google Assisten juga dibuat di Indonesia.

"Untuk ukuran 32 sampai 50 inci dibikin di Indonesia, sedangkan ukuran besar seperti 60 inci dan 70 inci masih impor dari Malaysia," katanya.

Andry menargetkan dengan smart tv dibuat di Indonesia dan disesuaikan dengan selera pasar Indonesia, maka Sharp Indonesia mampu meningkatkan penguasaan pasarnya dari delapan persen menjadi 15 persen.

"Kalau lihat pasar smart tv yang terus melonjak, saya optimistis penjualan Sharp Android TV dengan Google Assistant bisa menembus lebih dari 100.000 unit, bisa juga 200.000 unit," katanya.

Apalagi, lanjut Andry, tren penggunaan internet di Indonesia juga tumbuh, bahkan 157 juta atau sekitar 56 persen penduduk Indonesia sudah menggunakan internet, ditambah tren streaming film, musik, dan lainnya, maka permintaan smart tv akan semakin tinggi.

"Dari total nilai pasar smart tv pada Oktober 2018 sampai September 2019 sekitar Rp 4,2 triliun, kami setidaknya bisa mengambil Rp 500 miliar," ujar Andry.

Sharp Android TV dengan Google Assistant yang dipasarkan dengan teknologi gambar HD, Full HD, hingga 4K, diyakininya bakal diterima pasar kelas menengah atas di Indonesia yang membutuhkan televisi dengan beragam aplikasi yang menyenangkan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA