Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Arkeolog Temukan Pahatan Batu Mirip Manusia di Skotlandia

Rabu 11 Dec 2019 17:17 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Dwi Murdaningsih

Para arkeolog menemukan sembilan benda pahatan batu misterius yang tersebar di sekitar perapian kuno di Daratan Orkney, sebuah kepulauan di lepas pantai Skotlandia.

Para arkeolog menemukan sembilan benda pahatan batu misterius yang tersebar di sekitar perapian kuno di Daratan Orkney, sebuah kepulauan di lepas pantai Skotlandia.

Foto: Orkney.com
Batu-batu itu diperkirakan berasal dari 4.000 tahun yang lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para arkeolog menemukan sembilan benda pahatan batu misterius yang tersebar di sekitar perapian kuno di Daratan Orkney, sebuah kepulauan di lepas pantai Skotlandia. Batu-batu itu diperkirakan berasal dari 4.000 tahun yang lalu.

Beberapa batu menyerupai sosok manusia, dengan tubuh besar, leher dan kepala yang berbeda. Dilansir laman Livescience, Rabu (11/12), batu-batu itu, tingginya sekitar 1,6 kaki (0,5 meter).

"Sangat jarang untuk menemukan representasi orang di Orkney prasejarah dan ketika ditemukan, mereka biasanya individu atau dalam kelompok yang sangat kecil," kata Colin Richards, dari University of the Highlands.

Menurut sebuah pernyataan dari Pusat Penelitian Orkney untuk Arkeologi (ORCA),
batu ditemukan di dalam struktur  penguburan berbentuk kotak dua perapian dan cincin parsial dari lubang-lubang yang diisi dengan batu yang pecah.

Para arkeolog menemukan struktur di permukiman Finstown sambil menjelajahi daerah gardu listrik. Di dalam salah satu perapian, mereka menemukan struktur batu tunggal yang kemudian mereka juluki "Finstown Fella." Arkeolog kemudian menemukan delapan batu lainnya di dalam perapian yang sama.

Belum jelas apa tujuan bangunan itu, tetapi benda-benda berukir batu itu tampaknya "cukup penting" karena tergabung dalam struktur salah satu perapian dan fondasi untuk salah satu batu yang berdiri.

Batu memiliki ukiran angka-angka, kemungkinan berasal dari tahun 2000 SM dan sengaja dibuat menyerupai manusia atau hanya dibentuk seperti itu untuk tujuan lain. Angka-angka itu diukir pada kepala, bahu dan tubuh yang  menggunakan teknik mematuk.

"Jika mereka adalah patung-patung, untuk menemukan sembilan angka dalam satu struktur sangat menarik," ujar Richards.

Beberapa di antara batu sangat menyerupai tubuh manusia, sementara yang lain datar dan lebih mirip batu tegak yang digunakan sebagai beban. Bobotnya bahkan mampu menahan atap bangunan.

Tim juga menemukan tanda-tanda bahwa dulunya tempat tersebut dipakai orang-orang kuno untuk bekerja di parit terdekat. Arkeolog menemukan tanda silang panjang yang kemungkinan dibuat oleh ard, atau bajak prasejarah.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA