Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Ilmuwan Bingung dengan Penemuan White Dwarf Terbaru

Rabu 11 Dec 2019 14:53 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Dwi Murdaningsih

Galaksi (ilustrasi).

Galaksi (ilustrasi).

Foto: Science Alert
Ilmuwan tidak dapat menjelaskan apa yang terjadi pada massa white dwarf ketika mati.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Para ilmuwan dibuat garuk-garuk kepala dengan temuan white dwarf terbaru. Bintang dengan massa kecil seperti Matahari menjadi planet mini alias white dwarf ketika mereka mencapai akhir siklus hidupnya. Mereka membakar semua sumber daya yang ada hingga meninggalkan inti padat yang mendingin lebih dari miliar tahun.

Seperti diwartakan Sputniknews, Selasa (10/12) temuan terbaru menunjukkan bahwa ada sesuatu yang hilang dalam teori saat ini tentang pembentukan white dwarf dan interaksi antara bintang-bintang. Para ilmuwan telah menemukan white dwarf yang membuat mereka menggaruk-garuk kepala.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada 5 Agustus di Astrophysical Journal Letters, para ilmuwan tidak dapat menjelaskan apa yang terjadi pada massa white dwarf. Massa white dwarf didasarkan pada bintang asli dan dapat digunakan untuk menentukan umurnya.

Sebelumnya, para ilmuwan mendeteksi 100 white dwarf dengan massa sangat rendah. Hal itu menunjukkan bahwa mereka lebih tua dari alam semesta yang ada saat ini. Mereka mencoba menjelaskan teka-teki ini dengan mengatakan bahwa hampir white dwarf itu memiliki pendamping yang dapat memfilter massa mereka dan membuat tampak lebih tua daripada yang sebenarnya.

Namun, temuan terbaru oleh tim yang dipimpin oleh Kento Masuda telah membingungkan para ilmuwan. Karena white dwarf yang dimaksud juga memiliki bintang pendamping, tetapi letaknya terlalu jauh untuk dapat mencuri massanya.

"Temuan ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang hilang dalam pemahaman kami saat ini tentang pembentukan white dwarf dengan massa rendah dan atau interaksi biner," kata Kento Masuda.

Para ilmuwan menemukan white dwarf misterius menggunakan data dari teleskop Kepler NASA. Dia mengatakan, hal itu diperlukan mengingat kecil kemungkinan untuk menemukan white dwarf dengan massa yang kecil menggunakan peralatan yang mereka punya.

Para ilmuwan berasumsi bahwa ini bisa berarti bahwa bintang putih mini itu jauh lebih umum daripada yang dibayangkan sebelumnya. Kento Masuda mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya akan terus mencari white dwarf untuk mempelajari lebih lanjut tentang spesifikasi mereka.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA