Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Rover China Jelajahi 345 Meter Permukaan Terjauh Bulan

Selasa 10 Des 2019 15:16 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Dwi Murdaningsih

Rover China Yutu-2 berada di permukaan bulan selama 341 hari berturut-turut.

Rover China Yutu-2 berada di permukaan bulan selama 341 hari berturut-turut.

Foto: cnsa via universe today
Rover China berada di permukaan bulan selama 341 hari berturut-turut.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- China berhasil menjelajahi 345 meter permukaan bulan terjauh. Yutu-2, kendaraan beroda (Rover) asal Cina berhasil menjelajah 345 meter permukaan terjauh bulan atau yang disebut South Pole-Aitken Basin. Rover itu mengeksplorasi Von Karman Crater atau lubang besar di bagian selatan satelit natural Bumi.

Rover yang diluncurkan bersamaan dengan Chang'e-4 milik Beijing pada 3 Januari lalu itu menjelajahi teritorial yang belum tereksplorasi di bulan. Hasil eksplorasi itu diumumkan oleh Pusat Program Eksplorasi dan Antariksa Lunar dari Administrasi Antariksa Nasional Cina (CNSA) pekan lalu.

Publikasi dilakukan bertepatan dengan waktu hibernasi Rover tersebut setelah menjelajah selama 12 hari hitungan bulan atau sama dengan 14 hari di Bumi. Selama masa-masa ini, Rover dapat menarik daya melalui panel surya mereka dan melakukan operasi ilmiah.

Rover akan tidur panjang selama 14 hari masa gelap di bulan dan kembali aktif hari berikutnya. Dengan perhitungan ini, Rover telah menyelesaikan 168 hari operasi bulan pada 4 Desember. Artinya kendaraan itu telah berada di permukaan bulan selama 341 hari berturut-turut.

Baca Juga



CNSA melaporkan, instrumen ilmiah Rover telah bekerja dengan baik selama hari ke-12. Dia telah memperoleh data baru yang saat ini tengah dianalisis oleh tim peneliti misi ke bulan.

Seperti dinukil laman Universetoday, Selasa (10/12) tugas ilmiah misi Chang'e-4 meliputi survei medan dan bentuk lahan di Cekungan South Pole-Aitken Basin. Rover juga dibebankan objektif untuk mempelajari komposisi mineral di wilayah tersebut.

Tujuan utamanya adalah mencari sumber daya yang sebelumnya terdeteksi endapan es yang tidak sedikit. Endapan itu ditemukan secara permanen di daerah teduh dan berkawah di sekitar kutub selatan bulan.

CNSA mengatakan, misi tersebut merupakan langkah awal sebelum mengirimkan manusia untuk menjelajahi kawasan tersebut. Dalam jangka panjangnya, Cina  berencana untuk membentuk pangkalan bulan mereka di wilayah tersebut.

Sementara itu, elemen satelit dari misi (Queqiao) tengah melakukan pengamatan astronomi radio frekuensi rendah. Hal tersebut dimulai pada akhir November lalu.

Ketika itu Belanda-Cina Low Frequency Explorer (NCLE) yang terintegrasi dengan satelit Queqiao mulai memperluas antena radionya. Ini menandai awal dari fase selanjutnya dari misi Chang'e-4, yaitu untuk menyelidiki rahasia awal alam semesta.

Sejauh ini, Rover telah mencapai beberapa hal yang sangat mengesankan. Selain menumbuhkan tanaman pertama di bulan, dia juga menemukan bahwa dampak dari cekungan South Pole-Aitken Basin juga membawa bahan dari mantel ke permukaan.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA