Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

BRIN Berencana Bangun Database Baru

Selasa 10 Dec 2019 13:47 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Nora Azizah

BRIN berencana membangun sistem database baru (Ilustrasi)

BRIN berencana membangun sistem database baru (Ilustrasi)

Foto: Pixabay
Database akan digunakan untuk seluruh kegiatan penelitian dan pengkajian.

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta -- Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek-BRIN), Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, mengatakan, tahun depan pihaknya akan membangun sistem pangkalan data (database) nasional dari seluruh kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (litbangjirap) inovasi. Hal ini diharapkan akan membuat inovasi yang muncul dapat didukung oleh LPNK dan perguruan tinggi lainnya.

Baca Juga

"Pertama yang harus dibuat adalah database. Salah satu tugas utama BRIN adalah membuat database mengenai kegiatan litbangjirap di Indonesia supaya terhindar yang namanya duplikasi," ungkap Bambang pada saat BPPT Innovator Awards di Auditorium B.J. Habibie Gedung II BPPT, Jakarta, Senin (9/12).

Bambang menjelaskan, sistem pangkalan data akan mengontrol adanya penelitian yang sama dilakukan dua kali. Menurutnya, inovasi yang diciptakan LPNK dan perguruan tinggi masih ada yang serupa. Oleh sebab itu, perlu ada pangkalan data litbangjirap yang dapat menunjukkan kegiatan litbangjirap mana yang serupa di antara para LPNK dan perguruan tinggi.

"Dengan database tersebut kita bisa mendorong sinergi. Selama ini mungkin BPPT belum tahu apa yang dikembangkan universitas. Universitas kadang-kadang tidak tahu BPPT sedang mengembangkan sesuatu. BPPT kadang-kadang tidak tahu LIPI sedang mengembangkan sesuatu jadi untuk mendorong komunikasi, paling penting database itu," kata dia.

Melalui database tersebut, kegiatan litbangjirap yang serupa dapat digabung atau disinergikan. Bambang juga menegaskan, produk yang dilahirkan harus benar-benar produk unggul. Tidak lagi produk versi masing-masing lembaga yang kelihatannya sama, meskipun ada perbedaannya.

"Kita ingin bukan versi lembaga A dan vers  i lembaga B yang keluar, tapi benar-benar produk terbaik dari sinergi lembaga A dan lembaga B tadi," kata dia menegaskan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA