Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Cina Luncurkan Dua Roket dalam 6 Jam

Senin 09 Dec 2019 19:00 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Dwi Murdaningsih

China meluncurkan dua roket Kuaizhou 1A berbahan bakar padat.

China meluncurkan dua roket Kuaizhou 1A berbahan bakar padat.

Foto: xinhua
China meluncurkan dua roket Kuaizhou 1A berbahan bakar padat.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- China meluncurkan dua roket dalam waktu enam jam, akhir pekan lalu. Dilansir dari Xinhua, dua roket Kuaizhou 1A berbahan bakar padat ditembakkan ke orbit dari pelabuhan antariksa yang sama di China utara, Sabtu (7/12).

Misi Kuaizhou 1A yang lepas landas dari pusat ruang angkasa Taiyuan di provinsi Shanxi, China utara. Roket-roket itu berhasil membawa total tujuh satelit kecil ke orbit untuk misi pencitraan Bumi, pelacakan kapal, dan komunikasi eksperimental, menurut kantor berita Xinhua milik pemerintah China.

Peluncuran cepat Sabtu dari Taiyuan menandai penerbangan keenam dan ketujuh roket Kuaizhou 1A sejak pertama kali diluncurkan pada 2017. Peluncuran ini adalah penerbangan Kuaizhou 1A keempat dan kelima tahun ini.

Baca Juga

Bulan lalu, tim China melakukan dua peluncuran Kuaizhou 1A dalam periode empat hari di pangkalan peluncuran Jiuquan di barat laut China. Ketujuh penerbangan pengiriman satelit Kuaizhou 1A hingga saat ini telah berhasil.

Didukung oleh tiga tahap pendorong berbahan bakar padat dan mesin injeksi orbital berbahan bakar cair, roket Kuaizhou 1A adalah salah satu dari beberapa peluncur smallsat baru China.

Dikelola oleh Expace, anak perusahaan yang berorientasi komersial dari China Aerospace Science and Industry Corp, kontraktor kedirgantaraan terbesar yang didukung negara China. Roket Kuaizhou 1A kelas ringan mampu menyuntikkan muatan seberat 440 pon (200 kilogram) ke orbit setinggi 435 mil (700 kilometer).

Kuaizhou berarti ''kapal cepat" dalam bahasa China. Nama ini sesuai dengan tujuannya sebagai peluncur satelit yang dapat disiapkan untuk lepas landas dalam periode waktu yang singkat. Roket yang kemungkinan berasal dari teknologi rudal balistik China, diluncurkan dari pengangkut road-mobile.

Peluncuran hari Sabtu adalah penerbangan Kuaizhou 1A pertama dari Taiyuan. Semua peluncuran sebelumnya oleh booster berbahan bakar padat berasal dari Jiuquan.

Penerbangan Kuaizhou 1A pertama Sabtu lepas landas dari Taiyuan pada Sabtu 10:55 waktu Beijing, dengan satelit pengamatan Bumi Jilin 1 Gaofen 02B Bumi.

Roket Kuaizhou 1A mengirimkan satelit Jilin 1 Gaofen 02B ke orbit 332 mil (535 kilometer) setinggi 97,5 derajat ke khatulistiwa.

Kurang dari enam jam setelah peluncuran pertama hari itu dari Taiyuan, booster Kuaizhou 1A lainnya menembakkan landasan peluncuran yang berbeda pada pukul 04:52 waktu Beijing, dengan enam satelit kecil di dalamnya.

Enam muatan di atas penerbangan Kuaizhou 1A kedua, Sabtu, dikerahkan di orbit sekitar 500 kilometer di atas Bumi, di jalur yang condong 97,4 derajat ke garis khatulistiwa.

Dua satelit yang dikembangkan secara pribadi untuk HEAD Aerospace yang berbasis di Beijing diluncurkan pada penerbangan Kuaizhou 1A yang kedua hari Sabtu akan menyediakan pemantauan lingkungan, pengawasan aset, komunikasi darurat, dan layanan pelacakan kapal dan pesawat. Satelit HEAD 2A dan 2B 100-pon (45-kilogram) adalah pesawat pertama di konstelasi Skywalker Skywalker milik HEAD Aerospace.

Peluncuran Kuaizhou 1A kedua juga mengantarkan Spacety 16 dan 17 satelit kecil ke orbit untuk Spacety Co Ltd. dan pemantauan lingkungan kutub.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA