Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Harbolnas 2019 akan Jual Produk Hasil Bumi

Senin 09 Dec 2019 18:08 WIB

Red: Nora Azizah

Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas 2019 untuk pertama kalinya akan menawarkan produk hasil bumi (Ilustrasi)

Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas 2019 untuk pertama kalinya akan menawarkan produk hasil bumi (Ilustrasi)

Foto: Sigid Kurniawan/Antara
Ini pertama kalinya produk hasil bumi akan dijual dalam Harbolnas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas 2019 yang diselenggarakan pada 11-12 Desember mendatang untuk pertama kalinya akan menawarkan produk hasil bumi. Produk yang akan dijulan dengan menggandeng tiga platform e-commerce pertanian, yakni Sayur Box, Tani Hub, dan Brambang.com.

"Pada tahun ini, untuk pertama kalinya Harbolnas turut menyediakan platform yang menyediakan hasil alam seperti Tani Hub, Brambang.com, dan Sayur Box," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto, dalam peluncuran Harbolnas di Jakarta, Senin (9/12).

Agus mengungkapkan, tujuan Harbolnas adalah untuk semakin memperkenalkan produk dalam negeri di ranah online. Ia meyakini produk-produk Indonesia memiliki kualitas yang tak kalah dengan produk asing.

Harbolnas 2019 yang ke sembilan kalinya itu khusus mengalokasikan satu hari, yakni 11 Desember 2019 untuk mempromosikan produk-produk lokal dan UMKM. Ke depan, Kementerian Perdagangan mendorong penyedia platform e-commerce untuk menyelenggarakan hari belanja online, khususnya produk nasional misalnya dengan program produk lokal yang dilakukan setiap awal bulan.

"Dengan demikian diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM dan menjadikan produk Indonesia semakin dikenal dan mendunia," katanya.

Ketua Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung, menyebut, ketiga platform e-commerce hasil bumi yang ikut dalam Harbolnas tahun ini merupakan mereka yang merespons positif tawaran asosiasi untuk ikut dalam acara tahunan itu.

"Karena persiapan Harbolnas itu memang biasanya mepet, sebulan atau dua bulan sebelumnya. Bahkan yang sekelas unicorn saja kadang mau masuk Harbolnas pikir-pikir dulu karena takut kapasitas tidak siap," katanya.

Namun, Ignatius menyebut, keikutsertaan ketiga platform itu akan ikut mendukung program pemerintah untuk mendorong produk lokal bisa dipasarkan melalui platform daring. Selama periode Harbolnas, berbagai platform atau marketplace akan memberikan diskon dan promo gratis ongkir kepada konsumen.

Harbolnas 2019 didukung 265 pelaku perdagangan melalui sistem elektronik. Pada tahun ini, Harbolnas menggandeng Bank Mandiri dan LinkAja untuk memperluas kemudahan pembayaran. Hal itu dilakukan untuk mendorong transaksi nontunai dalam belanja online.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA