Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Situs Paleolitik Wanshouyan Curi Perhatian Ilmuwan Dunia

Senin 09 Dec 2019 14:37 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Dwi Murdaningsih

Situs paleolitik Wanshouyan di Provinsi Fujian, China.

Situs paleolitik Wanshouyan di Provinsi Fujian, China.

Foto: chinadaily
Situs paleolitik di Fujian, China diperkirakan berusia 40 ribu tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, FUZHOU -- Situs paleolitik Wanshouyan di Provinsi Fujian, China menuai kekaguman internasional. Sejumlah ahli arkeologi dari dalam negeri, Malaysia, Polandia, Rusia dan Jepang tercengang-cengang dengan situs ini. Mereka tertarik untuk mempelajari situs ini.

"Saya tak pernah melihat hal seperti itu," kata profesor arkeologi dari Universitas Lodz, Polandia, Lucyna Domanska dilansir dari Xinhua, Senin (9/12).

Luas relik tersebut mencapai 120 meter persegi. Lantai relik diperkirakan berusia 40 ribu tahun. Adapun manusia yang tinggal disana diestimasikan sudah ada sejak 200 ribu tahun lalu.

"Situs relik ini sangat menarik untuk saya. Ini penting tidak hanya buat Asia tapi bagi seluruh dunia," ujar Domanska.

Ahli arkeologi dari Rusia, Evgeny Rybin memuji relik di China sebagai sesuatu yang tidak biasa. Ia pun merasa tertantang untuk ikut serta dalam penelitian.

"Ini bisa saja menjadi sumber pengembangan sains," ujar Rybin.

Rybin menilai kehadiran situs relik ini menjadi masukan baru bagi peneliti. Sebab hal ini membuktikan pemahaman dan kemampuan manusia kuno sudah cukup berkembang.

"Relik ini menunjukkan bahwa manusia kuno tidak hanya menggunakan gua tapi juga mengubahnya sesuai gaya hidup mereka," ujar Rybin.

Diketahui, Relik paleolitik Wanshouyan dimasukan dalam daftar sepuluh penemuan arkeologis terbesar di China pada tahun 2000. Relik itu dianggap peneliti mampu menjadi petunjuk akan kehidupan manusia di masa lampau.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA