Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Empat Perusahaan Rintisan Indonesia Rambah Pasar Swiss

Rabu 04 Dec 2019 17:27 WIB

Red: Nora Azizah

Startup Indonesia mulai rambah pasar Swiss (Ilustrasi)

Startup Indonesia mulai rambah pasar Swiss (Ilustrasi)

Foto: expertbeacon.com
Empat perusahaan rintisan lokal juga menjaring investor asal Swiss.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sebanyak empat startup asal Indonesia yaitu Botika, Khaira Energy, Gradana, dan Svara Inovasi Indonesia, menjajaki pasar Swiss termasuk membangun jejaring sekaligus mencari calon investor di Swiss. Ke empat startup Indonesia itu akan memulai penjajakannya di Swiss hingga 6 Desember mendatang.

Pihak KBRI Bern dalam keterangan yang diterima di London pada Rabu (4/12), menyebutkan ke empat startup tersebut berhasil lolos seleksi ajang Asia Entrepreneurship Training Program (AETP) yang dipelopori Zurich University of Applied Sciencedi Zürich, Swiss. AETP merupakan program pertukaran startup antara Indonesia dengan Swiss.

Baca Juga

Program ini memungkinkan startup Indonesia mendapatkan pelatihan teknis dari pihak penyelenggara program. Mereka juga berkesempatan mempresentasikan model bisnis startup kepada perusahaan dan calon investor.

Duta Besar Indonesia untuk Swiss, Muliaman D Hadad, mengapresiasi upaya kerja sama startup Indonesia dengan Swiss tersebut. Pihaknya berharap kerja sama tersebut dapat meningkatkan kemampuan Indonesia dalam membangun ekosistem pengembangan startup nasional.

“Mohon agar kesempatan berada di Swiss ini dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk membangun networking dan menambah pengalaman”, ujar Muliaman.

Selama program itu berlangsung, ke empat CEO startup Indonesia itu akan diberikan pembekalan teknis, berinteraksi dengan para pelaku startup dari asosiasi startup Swiss, serta bertemu dan berdiskusi dengan calon investor. Ke depannya, strategi Swiss untuk mengembangkan startup melalui kerja sama antara universitas dengan perusahaan swasta diharapkan dapat dipraktikkan di Indonesia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA