Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Perguruan Tinggi Diminta Investasi Terhadap Teknologi

Senin 02 Dec 2019 19:11 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Nora Azizah

E-Learning (Ilustrasi)

E-Learning (Ilustrasi)

Foto: Pixabay
Perguruan Tinggi yang tidak beradaptasi dengan teknologi diprediksi sulit bertahan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat pendidikan, Edy Suandi Hamid, menilai bahwa saat ini perguruan tinggi memang harus mulai investasi terhadap teknologi informasi. Menurut Edy, perguruan tinggi yang tidak segera berinvestasi dalam bidang teknologi informasi maka ke depannya tidak akan bisa bertahan hidup.

"Memang itu suatu keniscayaan saya katakan, perguruan tinggi harus memulai dan kalau tidak melakukan itu di masa depan maka lonceng 'kematian' menunggu mereka perguruan tinggi yang tidak melakukan perubahan," kata Edy saat dihubungi Republika, Senin (2/11).

Perubahan dalam pendidikan perrguran tinggi, kata Edy, bisa diawali dengan pemanfaatan teknologi informasi terkait proses pembelajaran. Selain itu, nantinya pemanfaatan teknologi oleh perguruan tinggi bisa dilanjutkan dengan e-resource, e-library, ataupun e-administration.

Menurut Edy, pasar perguruan tinggi adalah generasi milenial. Generasi ini hidup bersama dengan perkembangan teknologi informasi. Oleh sebab itu, generasi milenial kebanyakan ingin hidupnya lebih praktis dengan bantuan gawai-gawai teknologi informasi.

"Saya mau ke kuliah tapi sambil kerja, sambil momong anak, begitu misalnya, kalau enggak ada ya saya tinggalkan. Nah, sekarang perguruan tinggi sudah banyak yang memulai memanfaatkan teknologi informasi itu," kata Edy menjelaskan.

Ia menambahkan, saat ini pemerintah juga sudah menyiapkan regulasi terkait perkuliahan jarak jauh. Sekarang, perguruan tinggi harus sudah mulai menyiapkan sarana prasarana, modul, dan segala perlengkapan yang akan menunjang perkuliahan dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Dosen-dosen, kata Edy, juga harus disiapkan sejak agar nantinya tidak gagap teknologi. Oleh sebab itu, perlu dimulai dengan melakukan pembelajaran yang menerapkan teknologi informasi.

Paling tidak, lanjut dia, perguruan tinggi bisa memulainya dengan melakukan blended learning. Pembelajaran model blended learning yakni program pendidikan yang memungkinkan mahasiswa belajar melalui konten-konten yang ada secara daring.

"Gagap teknologi itu harus dimulai dengan latihan-latihan. Latihannya itu dari tadi, mulai dari mata kuliah dulu. Kalau udah siap nanti tidak perlu pakai investasi juga bisa memanfaatkan google chrome misalnya. Perguruan tinggi harus berubah bagaimana kesiapannya ," kata Edy menjelaskan.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA