Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Ilmuwan Uji Tanam Kentang di Mars

Sabtu 30 Nov 2019 13:40 WIB

Rep: Zainur mahsir ramadhan/ Red: Dwi Murdaningsih

Kentang

Kentang

Foto: Pixabay
Kentang disinyalir sebagai makanan yang tahan terhadap perubahan iklim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para ilmuwan di badan antariksa Amerika Serikat, NASA dan pusat kentang internasional yang berbasis di Peru saat ini tengah berkolaborasi. Mereka sedang melakukan pengujian untuk menanam kentang di Mars. Hal tersebut ditujukan untuk mencegah krisis pangan karena perubahan iklim.

"Tanaman ini selalu beradaptasi. Sekarang perubahan iklim begitu cepat sehingga tanaman-tanaman ini sulit untuk dapat beradaptasi," Kata Marie Haga, direktur eksekutif Crop Trust seperti dilansir The Guardian, Sabtu (30/11).

Dia menyebut bahwa saat ini yang paling dibutuhkan adalah keanekaragaman. Sebab, hal tersebut dinilai menjadi kebutuhan untuk mengembang biakan tanaman baru yang bisa mentoleransi iklim baru.

Para ilmuwan mengacu pada lokasi yang disebut juga sebagai Museum kentang di Peru. Lokasi itu berbentuk taman dan memiliki bentangan wilayah sekitar 90 Km persegi. Museum kentang atau Potato Park berlokasi di Cusco, lembah suci Inca itu, berada di ketinggian 4.900 Mdpl.

Hingga kini, suku Inca di Peru memiliki banyak sekali nama deskriptif untuk kentang yang ditanam di sepanjang Andes Selatan di Peru. Mulai dari Jongkok, umbi keabu-abuan yang dinamai dengan hidung alpaka hingga tumbuk lekuk kuning bernama puma maqui, atau kaki puma.

Para ilmuwan sedang berupaya untuk menyelesaikan transfer gen dan rekayasa genetika. Akan tetapi, para petani di sana, diketahui telah melakukan hal serupa secara tradisional selama ribuan tahun.

Dalam prosesnya, hasil penelitian itu disimpan di bank benih di tempat, di mana setiap kentang disimpan dalam kertas yang diberi kode. Kemudian kentang tersebut didinginkan oleh parit yang diisi air es dan diterangi oleh jendela atap.

Pada 2017, sebanyak 650 contoh dibawa ke gudang benih global di pulau Norwegia, Svalbard, di dalam lingkaran Arktik, di mana mereka disimpan di -18C.

Pada saat yang sama di ibu kota Peru, Lima, Pusat Kentang Internasional, yang dikenal dengan akronim Spanyol CIP, menampung lebih dari 4.600 jenis kentang dan memiliki bank gen in vitro terbesar di dunia.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA