Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Bidak Catur Tertua di Dunia Ditemukan di Yordania

Kamis 28 Nov 2019 15:07 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Dwi Murdaningsih

Permainan Catur

Permainan Catur

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Benteng catur terua diperkirakan ada sejak 1.300 tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID AMMAN -- Para arkeolog dari Universitas Victoria, Kanada, meyakini bahwa mereka telah menemukan satu benteng catur tertua di dunia. Benteng yang ditemukan di situs perdangangan kuno Humayama, Yordania, itu diperkirakan telah ada sejak abad ke-7 masehi.

Salah satu anggota tim arkeolog, John Oleson, mengatakan, benteng yang berbahan batu pasir itu tepatnya ditemukan di areal yang juga pernah dijadikan pemukiman Islam yang telah runtuh tahun 1991. Benteng itu berbentuk persegi panjang dan bagian atasnya seperti dua buah tanduk.

Bentuknya memang tidak menyerupai benteng dalam permainan catur modern. Namun, benteng bertanduk itu dipakai ketika catur pertama kali dimainkan.

Jika batu pasir kecil yang digali Oleson memang sebuah benteng, Kamis (28/11), maka itu mungkin bidak catur tertua yang pernah ditemukan. Berasal dari sekitar 1.300 tahun yang lalu.

"Teks-teks Islam memang menyebutkan bawha adanya permainan catur pada awal tahun 643 dan permainan itu populer di seluruh dunia Islam," tulis Oleson dalam abstrak presentasi penemuannya, dilansir dari Livescience.

Oleson mengatakan, bidak catur kuno terbilang wajar ditemukan di areal perdangangan kuno di Yordania bernama Humayama. Wilayah Yordania dulunya adalah rute perdagangan dari Timur Dekat dan Timur Tengah. Karena itulah catur yang ditemukan di India pada 1.500 tahun lalu bisa sampai ke Yordania, yakni lewat perjalanan para pedangan dan juga diplomat kerajaan.

Humayama adalah rumah bagi keluarga Abbasiyah yang kaya dan berkuasa. Keluarga yang pada akhirnya mendirikan kekhalifahan. Diperkirakan, dinasti Abbasiyah lah yang mengadopsi catur pertama kalinya sebelum menyebar ke wilayah lain.

Meski demikian, Oleson juga tidak bisa langsung mengklaim bahwa sosok batu kecil bertanduk itu adalah benteng dari permainan catur kuno. Namun, mengingat konteks wilayah dan sejarah tempat penemuannya, hal itu masuk akal. Ia pun saat ini terus menggali arela Humayama untuk mencari artefak kuno lain, termasuk bidak catur jenis lain.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA