Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Adakah Dampak Mikroplasitk pada Tubuh Manusia?

Jumat 22 Nov 2019 07:40 WIB

Red: Reiny Dwinanda

[Ilustrasi] Dua fragmen mikroplastik biru, kemungkinan berasal dari alat tangkap yang dibuang.

[Ilustrasi] Dua fragmen mikroplastik biru, kemungkinan berasal dari alat tangkap yang dibuang.

Foto: EPA/ALEX HOFFORD
Peneliti sejauh ini baru mengungkap dampak mikroplastik pada biota laut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Temuan mikroplastik dalam biota laut mengindikasikan tercermarnya perairan di Indonesia. Akan tetapi, menurut Peneliti polimer Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Witta Kartika Restu, dampak kepada tubuh manusia masih perlu penelitian lebih lanjut.

"Mikroplastik menurut asalnya memang ada dua jenis, yang memang diproduksi sebagai mikroplastik seperti microbeads pada kosmetik dan yang kedua adalah hasil degradasi dari plastik besar yang mungkin terdegradasi entah karena cahaya matahari atau gelombang laut akhirnya menjadi mikroplastik seperti yang sekarang kami teliti di biota laut," ujar Witta.

Menurut Witta, LIPI menemukan kandungan mikroplastik di badan ikan besar. Temuan itu didapat dari hasil kerja sama denganUniversitas Hasanuddin dan lembaga swadaya masyarakat Bali Fokus yang meneliti keberadaan mikroplastik di biota laut dan perairan Indonesia.

Witta menjelaskan, dampak mikroplastik terhadap manusia masih belum dapat ditegaskan. Sejauh ini, belum ada penelitian yang menemukan efek dari keberadaan mikroplastik di dalam biota laut atau tubuh manusia dan karenanya dibutuhkan penelitian lebih mendalam terkait hal tersebut.

"Keberadaan mikroplastik itu nyata di hewan laut itu ada, karena memang laut kita yang sudah tercemar, tapi untuk tingkat bahaya kami belum menemukan. Jadi sejauh ini masih dikategorikan tidak berbahaya," ujar dia.

Sampah plastik, menurut Witta, memang berbahaya menyusul temuan beberapa hewan laut yang mati karena menelan plastik dalam ukuran besar. Akan tetapi, untuk mikroplastik yang indikatornya kurang dari 5 mm masih belum ditemukan dampak langsung terhadap manusia.

LIPI rencananya akan melakukan penelitian kandungan mikroplastik yang mencemari lautan Indonesia sehingga dapat dicarikan alternatif penanganannya, menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI Nugroho Dwi Hananto. Penelitian itu rencananya akan dijalankan dengan riset lainnya yang segera dimulai pada 18-25 Desember 2019 di sejumlah titik, yaitu Perairan Jawa, Selat Bali hingga ke Selat Makassar.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA