Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Huawei Jual Smartphone Tanpa Layanan Google

Sabtu 16 Nov 2019 05:50 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Nidia Zuraya

CEO Huawei Richard Yu memperkenalkan ponsel lipat Huawei Mate X di Mobile World Congress, Barcelona, Spanyol, Ahad (24/2).

CEO Huawei Richard Yu memperkenalkan ponsel lipat Huawei Mate X di Mobile World Congress, Barcelona, Spanyol, Ahad (24/2).

Foto: AP
Smartphone terbaru Huawei mulai dijual di toko online sejak Jumat (15/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Huawei resmi menjual smartphone lipat tanpa layanan aplikasi Google dipasaran. Hal itu dilakukan atas untuk merespon sanksi yang dijatuhkan Washington.

Menurut Laporan Associated Press, Mate X mulai dijual di toko online Huawei dengan harga 16.999 yuan pada Jumat (15/11). Latar Huawei Mate X berukuran 6,6 inci di sisi depan dengan rasio aspek 19,5:9 dan resolusi 2.480 x 1.148 piksel. Pada sisi belakang, ukurannya 6,38 inci dengan resolusi 2.480 x 892 piksel dengan rasio aspek 15:9.

Mate X tidak menggunakan chips dari Qualcomm melainkan menggunakan chipset Huawei Kirin 980 dan Balong 5000. Smartphone tersebut menggunakan sistem operasi Huawei EMUI 9 yang didasarkan pada Android Google dengan versi open-source (OS) Android, sehingga masih memungkinkan smartphone tersebut kehilangan akses ke musik populer Google dan aplikasi lain, jika sanksi AS bener-bener diterapkan sepenuhnya.

Ponsel pintar Huawei yang dijual di China sudah menggunakan musik lokal dan aplikasi lain karena layanan Google tidak dilisensikan oleh Beijing. Namun, Huawei belum mengumumkan perkiraan penjualan Mate X atau rencana untuk menjualnya di luar China.

Pada tahun 2019, selama sembilan bulan Huawei melaporkan penjualan naik 24,4 persen menjadi 610,8 miliar yuan (86 miliar dolar AS). Huawei terus berupaya melakukan perbaikan dalam pengembangan sistem.

Bahkan, Huawei membayar bonus sebesar 2 miliar yuan kepada 90 ribu karyawan dalam pengembangan chip dan beberapa unit lainnya. Sebab, para karyawan bekerja keras untuk membantu mengatasi sanksi yang diberikan AS.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA