Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Badak Putih Tertua Dunia Mati di Kebun Binatang Prancis

Jumat 15 Nov 2019 12:13 WIB

Rep: Noer Qomariah K/ Red: Indira Rezkisari

Badak putih.

Badak putih.

Foto: EPA
Sana sang badak putih sudah beberapa tahun terakhir harus menjalani perawatan khusus.

REPUBLIKA.CO.ID, RENNES — Badak putih tertua di dunia, Sana telah mati pada usia 55 tahun. Sana lahir di pada 1964 di Taman Nasional Umfolozi di Provinsi KwaZulu-Natal, Afrika Selatan dan telah berada di kebun binatang Prancis selama 26 tahun terakhir.

Ia menjadi daya tarik kebun binatang di Prancis. Sana tinggal di beberapa kebun raya di Jerman sebelum tiba pada 1993 di Planete Sauvage, sebuah kebun binatang di Prancis barat dekat kota Nantes yang telah dibuka di tahun sebelumnya.

Kebun binatang tersebut mengungkapkan dalam sebuah pernyataan bahwa Sana memerlukan perawatan khusus pada tahun-tahun berikutnya. Khususnya, ia tidak lagi bisa berguling-guling di lumpur.

Kegiatan tersebut sangat penting karena membantu badak mengatur suhu tubuh mereka, mencegah sengatan matahari, dan mengusir serangga.

“Sekali sepekan, mereka melapisi dirinya dengan tanah liat hijau untuk membantu kulitnya tetap terhidrasi dan mencegah infeksi,” ujar kebun binatang Prancis tersebut, seperti dilansir dari Malay Mail, Jumat (15/11)

Sana selalu memiliki karakter yang kuat dan badak tersebut yang menetapkan aturan. Kematiannya telah sangat mempengaruhi pengasuhnya.

Kelompok advokasi Save the Rino mengungkapkan harapan hidup badak putih di alam liar. Badak putih dewasa memiliki berat antara 1,8 dan 2,5 ton.

Habitat alami mereka adalah padang rumput tropis dan subtropis, sabana, serta semak belukar yang ditemukan di Afrika Selatan, Bostwana, Kenya, Namibia, Swaziland, Zambia, Zimbabwe, juga Uganda.

Badak putih jantan utara yang terakhir, Sudan, mati di Kenya tahun lalu. Sudan meninggalkan dua badak penyintas betina dan tidak ada satu pun yang bisa memiliki anak. Tidak ada badak putih utara yang tersisa di alam liar.

Pada September, konservasionis menciptakan dua embrio badak putih utara dari dua betina terakhir dan sperma dari jantan yang sudah mati. Cara ini muncul dengan harapan menghidupkan kembali garis keturunan badak putih utara.

Save the Rhino mengungkapkan ada sekitar 20 ribu badak putih selatan tersisa di dunia. Sana termasuk suku badak putih selatan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA