Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

11 Ribu Ilmuwan Dunia Peringatkan Darurat Iklim

Rabu 06 Nov 2019 13:01 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Untuk Perubahan Iklim Jawa Barat melakukan Aksi Jeda Untuk Iklim di depan Bandung Indah Plaza, Kota Bandung, Jumat (20/9).

Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Untuk Perubahan Iklim Jawa Barat melakukan Aksi Jeda Untuk Iklim di depan Bandung Indah Plaza, Kota Bandung, Jumat (20/9).

Foto: Abdan Syakura
Para ilmuwan dari 158 negara memperingatkan dampak buruk perubahan iklim.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Sebanyak 11.258 ilmuwan di 158 negara dari berbagai disiplin ilmu dalam sebuah studi bersama memperingatkan bahwa planet bumi sudah darurat iklim. Mereka memperingatkan dampak buruk yang tak terhitung karena perubahan iklim jika manusia tidak mengubah cara hidup.

Baca Juga

Belasan ribu ilmuwan itu mengaku memiliki kebijakan moral untuk mengatakan hal sebenarnya dan juga ada adanya mengenai perubahan iklim. Salah satu ketua dalam penulisan laporan dan kepala kebijakan di Conservation Biology Institute di Washington, Phoebe Barnard mengatakan, bahwa inilah saatnya para pembuat kebijakan di dunia bersatu menghadapi perubahan iklim.

Menurutnya, jika hal itu tidak segera dilakukan, maka konsekuensinya berujung buruk di masa mendatang. "Nanti anak cucu kita akan mengingat mereka (para pembuat kebijakan) sebagai kelompok orang-orang yang tidak peduli terhadap ancaman perubahan iklim," ujar Barnard seperti dikutip CNN, Rabu (6/11).

Itu bukan pertama kalinya ribuan akademisi bersatu untuk mendesak orang mengambil tindakan terhadap perubahan iklim. Lebih dari 16 ribu ilmuwan dari 184 negara menerbitkan surat pada 2017 yang memperingatkan bahwa "manusia dan dunia alam berada di jalur tabrakan."

Laporan terbaru diterbitkan dalam BioScience, jurnal ilmiah peer-review. Dalam penelitian kali ini, para ilmuwan yang berasal lebih dari 150 negara, mengatakan krisis iklim "terkait erat dengan konsumsi berlebihan gaya hidup orang kaya."

Para ilmuwan mengucapkan kata-kata aktivis iklim muda Greta Thunberg yang mengatakan, para pembuat kebijakan gagal mengambil tindakan, "Meskipun ada 40 tahun negosiasi iklim global, dengan sedikit pengecualian, kami umumnya menjalankan bisnis seperti biasa dan sebagian besar gagal mengatasi kesulitan ini," kata mereka.

Mereka mencatat enam isu utama yang perlu ditangani jika umat manusia ingin mencegah skenario yang paling berbahaya dari perubahan iklim. Hal itu termasuk mengganti bahan bakar fosil, memotong emisi polutan iklim seperti metana dan jelaga, makan lebih sedikit daging, memulihkan dan melindungi ekosistem, membangun ekonomi bebas karbon dan menstabilkan pertumbuhan penduduk dengan berinvestasi ke dalam layanan keluarga berencana dan pendidikan anak perempuan.

Barnard mengatakan perubahan itu tidak harus dilihat sebagai "pengorbanan," tetapi sebagai cara mengubah hal-hal yang kami temukan menjadi stres. "Semuanya dari kemarahan di jalan dan kemacetan dan udara kotor," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA