Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Bukti Pertama Dinosaurus Berbulu Ditemukan di Australia

Kamis 14 Nov 2019 01:06 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Dwi Murdaningsih

Kerangka dinosaurus.

Kerangka dinosaurus.

Foto: EPA
Dinosaurus menggunakan bulu untuk bertahan hidup di habitat kutub yang ekstrem.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Tim gabungan ilmuwan internasional menemukan jejak fosil bulu-bulu dinosaurus berusia 118 tahun. Mereka mengungkap keberadaan temuan bersejarah itu di endapan danau kuno Cagar Geologi Fish Beds Koonwarra.

Bulu yang menjadi fosil itu terkubur dalam akumulasi sedimen lumpur halus di dasar danau dangkal yang bertahan sejak Zaman Dinosaurus. Situs warisan itu kini terletak 145 km di sebelah tenggara Melbourne, Victoria, Australia.

Menurut analisis tim, bulu-bulu fosil itu mengungkapkan keragaman tak terduga dari dinosaurus. Ada bagian yang ditengarai milik dinosaurus pemakan daging dengan rambut berumbai, dinosaurus berbulu halus, dan sayap burung primitif.

Sebelum ini, kerangka dinosaurus dan tulang dari burung purba telah ditemukan di garis lintang tinggi. Namun, belum ada peninggalan yang secara langsung menunjukkan dinosaurus menggunakan bulu untuk bertahan hidup di habitat kutub yang ekstrem.

"Bulu-bulu fosil Australia ini sangat penting karena berasal dari dinosaurus dan burung-burung kecil yang hidup di lingkungan yang dingin secara musiman setiap tahun," kata penulis utama studi dari Universitas Uppsala Swedia, Benjamin Kear.

Sejak awal 1960-an, Koonwarra telah terkenal dengan berbagai peninggalan fosil dinosaurus dan burung purba. Penelitian baru tersebut adalah studi komprehensif pertama yang mendokumentasikan sisa-sisa spesimen tersebut.

Tim menggunakan serangkaian teknik mikroskopis dan spektroskopi canggih untuk mengetahui anatomi fosil dan bulu-bulu itu. Tidak seperti bulu burung yang memiliki struktur kompleks, bulu dinosaurus memiliki 'proto' sederhana serupa rambut.

Bagian anatomi itu menjadi prediksi kuat bahwa bulu-bulu membantu dinosaurus kecil tetap hangat di habitat kutub kuno. Sisa-sisa mikroskopis dari melanosom, struktur seluler yang mengandung pigmen warna, juga terdeteksi pada beberapa bulu fosil Koonwarra.

Bulu-bulu fosil Koonwarra memberikan catatan pertama keberadaan dinosaurus dari daerah kutub kuno, mengisyaratkan distribusi global dinosaurus berbulu dan burung purba. Sebagian bulu dipajang di pameran "600 Juta Tahun" di Museum Melbourne di Australia, dikutip dari laman Phys.org.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA