Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Simulcast Ditargetkan Beroperasi di 12 Provinsi Tahun Depan

Rabu 13 Nov 2019 09:36 WIB

Red: Nora Azizah

Menonton Televisi (ilustrasi)

Menonton Televisi (ilustrasi)

Foto: Google
Pada April 2022, seluruh siaran analog bermigrasi ke digital di seluruh Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mendorong Indonesia masuk ke televisi digital. Menurutnya, Indonesia sudah terlambat dari negara-negara lain.

“Kita harus persiapkan pergerakan digital. Negara-negara di dunia sudah masuk ke digital, di Indonesia kasihan rakyat beli TV-nya TV digital siarannya siaran analog. Yang rugi siapa? Masyarakat. Pemerintah tidak mau masyarakat rugi,” ujar Johnny di Jakarta, Selasa (12/11).

Saat ini, pihaknya telah memiliki strategi migrasi penyiaran digital dan penyiapan payung hukum untuk menghadapi Analog Switch-Off (ASO) dengan memasukkan isu tersebut ke dalam fokus program kerja tahun 2020. Dalam rangka penyiapan ekosistem terutama masyarakat sebagai penerima, Kemkominfo telah menetapkan sejumlah langkah strategis penyiaran simulcast, siaran bersamaan antara digital dan analog.

Pertama, pembentukan task force untuk koordinasi lintas Kementerian atau lembaga. Selanjutnya, perencanaan infrastruktur di 22 provinsi yang belum terdapat partisipasi swasta.

Saat ini, pemerintah sedang melakukan pembentukan task force dan mendorong partisipasi simulcast di 12 provinsi. Pada Januari 2020, penyiaran simulcast ditargetkan beroperasi di 12 provinsi.

Baca Juga

Selanjutnya, pada Maret 2020, pemerintah akan melakukan persiapan penyiaran simulcast di 22 provinsi. Kemkominfo menargetkan penetapan Revisi UU Penyiaran pada Desember 2020. Penyiaran simulcast ditargetkan dapat dinikmati di seluruh Indonesia pada April 2021.

"Puncaknya, pada April 2022 siaran televisi analog dapat seluruhnya beralih ke digital tepat Hari Penyiaran Nasional 2022," kata Johnny.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA