Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

New York Jadi Kota Paling Inovatif di Dunia

Rabu 13 Nov 2019 07:53 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Nora Azizah

New York City (Ilustrasi)

New York City (Ilustrasi)

Foto: Needpix
New York menempati urutan pertama dalam daftar kota paling inovatif di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- New York menempati urutan pertama dalam daftar kota paling inovatif di dunia saat ini. Negara Amerika Serikat kini sedang berkinerja kuat untuk merangkul teknologi pintar dan para pemula.

Tokyo Jepang (pemenang tahun lalu) dan London Inggris  menempati tempat kedua dan ketiga dalam indeks Kota Inovasi. Sementara itu, Los Angeles, Chicago, dan Boston juga masuk dalam 10 besar.

“Yang benar-benar mengejutkan kami tahun ini adalah Amerika Serikat bangkit kembali di puncak liga,” ujar Christopher Hire sebagai direktur penyedia data komersial 2thinknow yang menerbitkan peringkat tahunan 500 kota, seperti yang dilansir dari Malay Mail, Rabu (13/11).

Chicago masuk lima besar untuk pertama kalinya sejak jajak pendapat dimulai pada 2007, karena banyaknya perusahaan pemula dan peringkat teratas. Salah satu kota yang mengalami penurunan adalah San Francisco Bay.

Rumah dari markas besar raksasa teknologi Silicon Valley seperti Apple, Facebook, dan Google ini turun peringkat dari enam ke sembilan karena kontroversi teknologi, tunawisma, dan masalah privasi. Ketiga perusahaan telah berjanji meredakan krisis perumahan California.

Sebab perusahaan teknologi yang tumbuh cepat telah mendapat protes dari warga California Utara yang menyalahkan mereka karena kenaikan biaya perumahan.

Baca Juga

 

photo
Kota New York di malam hari (Ilustrasi)


Menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat 2020, perusahaan-perusahaan teknologi besar ditantang di seluruh spektrum politik, mulai dari masalah privasi hingga kebijakan mereka tentang iklan politik dan memastikan keamanan pemilu.

Indeks melihat lebih dari 100 indikator termasuk transportasi, infrastruktur, privasi warga, arsitektur hijau, harga properti, ruang kantor baru, dan pengguna internet. Beberapa kota Cina memperoleh keuntungan, termasuk Beijing dfasn Shanghai sebagai tanda meningkatnya kekuatan global.

Hire mengatakan indeks dirancang untuk mengukur kondisi inovasi dan sering memprediksi kota yang naik sebelum peringkat lainnya.

“Terserah kota apakah mereka dapat mengikuti tren terbaru dan memanfaatkan potensi inovasi mereka,” ujar Hire.

Cina sedang bersiap untuk menjadi negara pertama di dunia yang meluncurkan mata uang domestik digital, didukung sebagiuan oleh teknologi blockchain dan tersebar melalui dompet digital dalam langkah yang diawasi ketat oleh layanan keuangan/

London,Paris, dan Berlin adalag satu-satunya tiga kota di Eropa yang masuk dalam 20 besar. Jumlah ini lebih sedikit dfari tahun-tahun sebelumnya, sementara itu kota-kota Afrika bernasib buruk karena mendekam di bagian bawah indeks.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA