Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Bambang akan Lanjutkan Mimpi Habibie Komersilkan Hasil Riset

Sabtu 16 Nov 2019 09:40 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro

Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro

Foto: Antara/Jessica Wusang
Komersialisasi hasil riset tujuan akhirnya ekonomi Indonesia berbasis inovasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan badan riset akan melanjutkan mimpi Habibie untuk menghilirisasikan dan mengkomersialisasikan hasil riset dan inovasi. Langkah ini tujuan akhirnya untuk menjadikan ekonomi Indonesia berbasis inovasi.

Baca Juga

"Pada masa Pak Habibie sampai beliau menjadi presiden upaya untuk menghilirkan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) belum berhasil. Sebaliknya, yang berhasil dibangun Pak Habibie adalah pengembangan iptek, yang sudah dikembangkan Pak Habibie secara konsisten dan mainstream adalah litbangjirapnya (penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan)," kata Menristek Bambang kepada wartawan dalam acara penganugerahan Habibie Award ke-21 di Jakarta, Selasa (12/11).

Namun, Menristek Bambang mengatakan untuk menjadikan negara Indonesia maju maka tidak cukup hanya sampai pada litbangjirap. Karena persaingan di dunia sekarang membutuhkan penguasaan iptek dan inovasi.

"Inovasi muncul melanjutkan apa yang sudah diimpikan dan diupayakan Pak Habibie supaya menguasai riset dan tantangan terbesar, bagaimana riset ini menjadi inovasi dan produk yang bisa dikomersialisasikan, ini tugas badan riset saya," tuturnya.

Dia mengatakan Indonesia harus melakukan percepatan untuk transformasi ekonomi dan teknologi dari negara berbasis sumber daya alam dan efisiensi menjadi negara berbasis inovasi. "Kalau kita hanya bergantung pada harga komoditas tadi kita hanya bergantung pada nasib baik. Ekonomi tidak bergantung pada nasib baik tapi kemampuan manusia untuk bisa mengolah sumber daya untuk menjadi kompetitif dan bernilai tambah tinggi," ujarnya.

Dia mengatakan, persaingan negara sudah berdasarkan pada inovasi dan sudah spesifik kepada produk development or product competition. Dia mengatakan saat ini bukan hanya mengandalkan kemampuan penguasaan teknologi tapi juga kemampuan memanfaatkan dan mengoptimalkan teknologi dan menciptakan inovasi. "Jadi negara maju lebih dipandang di mata dunia karena inovasinya," ujarnya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA