Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Fenomena Transit Merkurius tak akan Terlihat dari Indonesia

Senin 11 Nov 2019 15:30 WIB

Red: Nidia Zuraya

Transit Merkurius yang terjadi pada 2006.

Transit Merkurius yang terjadi pada 2006.

Foto: NASA
Transit Merkurius merupakan peristiwa astronomi langka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah tiga tahun berselang, peristiwa 'Transit Merkurius' melintasi piringan Matahari dan sejajar dengan Bumi akan terjadi lagi pada hari ini (Senin, 11 November) sekitar pukul 19.00 hingga 01.00 WIB. Namun, sayangnya peristiwa astronomi langka ini tidak akan terlihat dari Indonesia.

Meski demikian peneliti pada Pusat Sains Antariksa Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) Rhorom Priyatikanto dalam pesan singkatnya diterima di Jakarta, Senin (11/11), mengatakan masyarakat Indonesia tetap dapat menyaksikan peristiwa itu, tentunya dengan adanya jaringan internet.

"Transit Merkurius nanti terjadi pukul 19.00 WIB sampai 01.00 dini hari, ketika Matahari ada di atas ufuk. Tidak mungkin terlihat langsung di Indonesia. Tapi jaringan internet bisa menembusnya," kata Rhorom.

Ia mengatakan ada beberapa observatorium di dunia yang mengadakan live streaming peristiwa Matahari, Merkurius dan Bumi sejajar tersebut. Misalnya Instituto de Astrofisica de Canarias (https://www.iac.es/en).

Peristiwa Transit Merkurius ini, menurut Rhorom, istimewa. Waktu transit cukup penting dalam model perhitungan orbit benda langit. Pengamatan seperti ini bisa membuktikan kebenaran teori relativitas umum Einstein tentang ruang waktu yang melengkung oleh benda bermassa besar seperti Matahari.

Ilmuwan NASA Alex Young dalam laman Instagram resmi NASA Goddard seperti dikutip ANTARA, Senin menjelaskan betapa mereka bersemangat karena pada 11 November terjadi lagi Transit Merkurius yang termasuk langka karena hanya terjadi sekitar 13 hingga 14 kali dalam satu abad.

"Jadi ini lumayan jarang terjadi, dan cukup menarik bagi astronomi," ujar dia.

Ilmuwan Young menjelaskan, transit merupakan peristiwa jika sebuah planet bergerak di depan bintang yang diorbitinya. NASA khusus memberikan link https://mercurytransit.gsfc.nasa.gov agar semua masyarakat di berbagai belahan Bumi dapat mengikuti peristiwa langka tersebut.

Transit yang akan terjadi nanti akan memperlihatkan pergerakan Merkurius selama 45 menit dengan latar belakang korona Matahari akan dapat dilihat mulai sekitar pukul 19.00 WIB (1200 UTC), sebelum akhirnya terlihat melintas di depan Matahari. Transit akan terjadi setidaknya selama 5,5 jam, berakhir pada saat planet tersebut meninggalkan piringan Matahari sekitar 1806 UTC, berlanjut bergerak keluar melalui korona sekitar 30 menit.

Penduduk Bumi akan dapat melihat planet terdekat dengan Matahari tersebut saat transit terjadi, meski hanya tampak seperti noktah sangat kecil. Dan pada transit di bulan November ini Merkurius sedang berada di perihelion atau titik terdekat dengan Matahari dan menanjak dari selatan ke utara.

Walaupun Merkurius mampu mengorbit Matahari setiap 88 hari namun peristiwa transit ini menjadi penting karena tidak setiap saat dapat dilihat, mengingat orbitnya tidak selalu sejajar dengan Bumi.

Transit Merkurius sebelumnya terjadi pada 8 November 2006 dan 9 Mei 2016. Meski tergolong peristiwa langka, namun transit planet terdekat dengan Matahari ini lebih sering terjadi ketimbang Transit Venus yang terjadi hanya sekitar dua kali dalam satu abad.



Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA