Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Indonesia Jadi Target Utama Mobile Malware di Asia Tenggara

Kamis 07 Nov 2019 16:44 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Nora Azizah

Hacker (ilustrasi)

Hacker (ilustrasi)

Foto: pixabay
Indonesia merupakan target menarik bagi pelaku peretasan seluler.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia tercatat menjadi negara dengan deteksi mobile malware paling banyak di kawasan Asia Tenggara pada 2019. Sebanyak setengah (53 persen) dari populasi di Indonesia adalah pengguna internet gawai.

Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di perusahaan siber keamanan global Kaspersky mengatakan, dengan jumlah pengguna internet di negara kepulauan ini setara 6,5 persen di Asia. Hal ini membuat Indonesia sebagai target menarik dan menggiurkan bagi para pelaku peretasan seluler.

"Sekarang merupakan tantangan bagi semua pihak di negeri ini, baik negeri maupun swasta, untuk bekerja meningkatkan status kebersihan digital (digital gygiene) negara, sebagaimana kami mengamankan aset digital seperti halnya melindungi properti fisik kami,” kata Yeo melalui siaran pers, Kamis (7/11).

Kaspersky mencatat, dari Januari hingga September 2019, ada sebanyak 632.451 upaya serangan seluler di Indonesia. Jumlah ini sekaligus menjadikan Indonesia dengan jumlah ancaman Android yang paling banyak terdeteksi di Asia Tenggara. Selain itu, sebanyak 29,07 persen pengguna Android Indonesia telah diamankan dari malware mobile selama periode yang sama.

Ada pula 106 paket instalasi untuk Trojan mobile banking di Indonesia dari sembilan bulan pertama tahun ini. Ini menempatkan Indonesia di antara tiga negara teratas dengan jumlah Trojan perbankan terblokir yang termasuk Thailand (329) dan Malaysia (215).

Dalam hal jumlah paket instalasi untuk Trojan ransomware seluler yang diblokir oleh Kaspersky, Indonesia memiliki jumlah tertinggi, yakni 161 paket. Jumlah ini meningkat secara signifikan dibandingkan dengan hanya sebanyak 96 tahun lalu.

Kaspersky adalah perusahaan global cybersecurity, yang berdiri sejak tahun 1997. Intelegensi ancaman mendalam dan keahlian keamanan mendalam Kaspersky terus berkembang menjadi solusi dan layanan keamanan bagi generasi mendatang dalam melindungi bisnis, infrastruktur penting, pemerintah dan konsumen di seluruh dunia.

Portofolio komprehensif mengenai keamanan yang dimiliki perusahaan mencakup perlindungan endpoint terkemuka serta sejumlah solusi dan layanan keamanan khusus untuk melawan ancaman digital yang canggih dan berevolusi. Lebih dari 400 juta pengguna terlindung oleh teknologi Kaspersky. Perusahaan membantu 270 ribu klien korporat dalam menjaga aset paling penting bagi mereka.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA