Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Motivasi Suprarasional Gugah Ratusan Jamaah Subuh Al Azhar

Ahad 03 Nov 2019 08:50 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Kuliah subuh suprarasional di Masjid Agung Al Azhar,  Kebayoran Baru, Sabtu (2/11).

Kuliah subuh suprarasional di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Sabtu (2/11).

Foto: kpm
Manusia memiliki 3 antena kehidupan yakni akal, hati, dan fisik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinginnya suhu di pagi hari tak menyurutkan semangat 700 peserta untuk mengikuti kuliah subuh di Masjid Agung Al Azhar,  Kebayoran Baru, Sabtu (2/11). Para peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan pegawai Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar menyimak materi motivasi suprarasional yang disajikan Ridwan Hasan Saputra (RHS) selaku narasumber.

Baca Juga

Pada kesempatan tersebut, Ridwan Hasan Saputra memaparkan kiat jitu meraih keberkahan hidup dengan mengoptimalkan 3 antena kehidupan manusia, yakni akal, hati, dan fisik.

Peraih Tokoh Perubahan Republika Tahun 2013 ini juga memberikan motivasi bahwa seorang guru adalah profesi yang mulia. Guru berperan penting bagi masa depan seorang anak. Dengan begitu potensi untuk memperbesar wadah rezeki dan tabungan jiwa semakin besar pula.

photo
Kuliah subuh suprarasional di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Sabtu (2/11).

Kepala Bagian Kepegawaian YPI Al Azhar, Yayat Suyatna, mengungkapkan program kuliah subuh merupakan agenda rutin yang digelar YPI Al Azhar dalam rangka mempererat tali silaturahim antar pegawai. Selain itu, tujuan YPI Al Azhar mengundang RHS sebagai narasumber agar dapat merubah orientasi hidup dan memperkokoh jati diri sebagai seorang guru melalui motivasi suprarasional.

Menurut dia, mendidik merupakan tugas yang amat mulia, tetapi tidaklah ringan. Mendidik bukan hanya sekedar mencerdaskan, tetapi menjadikan siswa berkarakter.

"Oleh karena itu, perpaduan kekuatan akal, kekuatan hati (ibadah), dan tabungan jiwa seorang guru menjadi faktor kunci dalam mewujudkan jati diri seorang guru yang profesional, memiliki keterampilan, hingga kepedulian sosial yang tinggi,” ucap Yayat Suyatna.

Yayat berharap silaturahim dengan Ridwan Hasan Saputra tak hanya sampai disini. Ia pun berencana akan menggelar pelatihan suprarasional lanjutan agar orientasi para guru menjadi lebih baik dan menjadi teladanan bagi muridnya.

Sementara itu, bagi Muhammad Akbar Satrio, salah seorang peserta mengungkapkan  kuliah subuh kali ini sangat berbeda dari biasanya. “Kita dibawa pada dimensi berpikir lain. Berpikir yang sangat diluar nalar manusia biasa. Namun Bang Ridwan mampu mengurai semuanya dengan logis dan diterima oleh nalar kita semua. Setelah menyimak kuliah subuh hari ini, saya bertekad menambah tabungan jiwa," ucap Staff Kantor Masjid Agung Al Azhar ini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA