Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Pemprov Banten Luncurkan Aplikasi Informasi Kebencanaan

Kamis 31 Oct 2019 21:55 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Dwi Murdaningsih

Peta Indonesia yang terdampak bencana (Ilustrasi)

Peta Indonesia yang terdampak bencana (Ilustrasi)

Foto: Republika TV/Muhamad Rifani Wibisono
Kejadian awal bencana dapat diketahui yang kemudian diinformasikan kepada masyarakat

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG--Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Banten meluncurkan layanan aplikasi Jawara e-Gov yang saat ini sudah bisa memuat informasi kebencanaan. Penambahan fitur ini dilakukan dalam rangka memfasilitasi informasi masyarakat untuk mendeteksi potensi bencana alam yang belakangan terjadi di Banten.

"Pemprov telah membuat apliaksi Jawara e Gov. Dalam aplikasi tersebut telah terhubung dengan BPBD dan BMKG untuk mengetahui potensi bencana yang terjadi di Banten. Warga hanya membuka aplikasi tersebut dengan mengunduh melalui Playstore di Android," kata Kepala Bidang (Kabid) Aplikasi Informatika dan Komunikasi Publik Diskomsantik provinsi Banten, Amal Herawan di Kota Serang, Kamis (31/10).

Melalui aplikasi ini, Amal menyebut, kejadian awal bencana dapat diketahui yang kemudian diinformasikan kepada masyarakat. Informasi yang mudah ini harapannya dapat mengurangi dampak berita bohong (hoaks) terkait bencana.

Kedepannya, diharapkannya ada integrasi aplikasi Jawara e-Gov dengan teknologi lain yang dimiliki instansi kebencanaan untuk membuat keakuratan informasi semakin baik.

"Kami Mapping dulu melalui potensi bencana di daerah itu. Melalui map tersebut bisa dimanfaatkan institusi untuk penerapan teknologi untuk mendeteksi dan melihat karena terintegrasi dengan metode ini. Melalui aplikasi ini juga untuk menghindari informasi hoaks terkait kebencanaan," tuturnya

Aplikasi Jawara e-Gov, jelasnya, baru satu tahun dijalankan Pemprov dan terus dikembangkan. Pengembangannya terus diupayakan demi peningkatan pelayanan informasi layanan cepat bagi masyarakat.

"Ini untuk menjawab keluhan warga dalam menjangkau informasi tentang Banten. Jadi tidak hanya soal pelayanan dasar, tapi informasi kebencanaan tersaji di sini melalui BPBD," ucap dia.

Meski diakui Amal, kehadiran aplikasi Jawara e-Gov masih perlu terus ditingkatkan, sehingga pemerintah juga menerima usulan dan masukan dari masyarakat.

"Kami terus menerima usulan dan masukan dari mayarakat untuk melengkapi aplikasi ini. Karena diakui aplikasi ini masih perlu ditingkatkan," kata dia.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA