Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Ilmuwan akan Pakai Instrumen Baru untuk Teliti Alam Semesta

Kamis 31 Okt 2019 16:00 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Dwi Murdaningsih

Alam semesta (ilustrasi).

Alam semesta (ilustrasi).

Foto: www.kaheel7.com
Instrumen DESI akan menangkap potret energi gelap alam semesta.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Sebuah instrumen baru bernama Dark Energy Spectroscopic Instrument (DESI) akan mempelajari alam semesta. Dilansir di Universe Today, Kamis (31/10) disebutkan, DESI melakukannya dengan 5.000 mata robot baru.

Para ilmuwan dan insinyur memberikan Teleskop Mayall di Observatorium Nasional Kitt Peak 5.000 mata serat optik baru. Teleskop sepanjang 4 meter ini telah beroperasi sejak 1973, tetapi sedang ditugaskan kembali dengan satu tujuan: untuk mengeksplorasi 'energi gelap' sebagai Instrumen Spektroskopi Energi Gelap (DESI). Sebanyak 5.000 mata yang baru akan memetakan jarak antara Bumi dan jutaan galaksi dan quasar.

DESI adalah kolaborasi antara hampir 500 peneliti di 75 institusi berbeda di 13 negara. Diperlukan satu dekade untuk mencapai citra cahaya pertama ini dari galaksi yang jauh. Tetapi gambar sampel ini hanya merupakan sedikit dari apa yang akan datang.

Di jantung DESI adalah 5.000 sensor serat optik, masing-masing dikontrol secara robotik. DESI secara otomatis menunjuk ke set galaksi yang telah dipilih sebelumnya, mengumpulkan cahaya, dan kemudian memecah cahaya itu menjadi pita warna yang sempit untuk secara akurat memetakan jarak mereka dari Bumi.

Alat ini dapat mengukur seberapa besar alam semesta mengembang saat cahaya ini menyebar ke Bumi. Dalam kondisi ideal, DESI dapat berputar melewati 5.000 set galaksi baru setiap 20 menit.

Profesor Daniel Einsenstein Pusat Astrofisika Harvard & Smithsonian mengatakan, galaksi tidak tersebar secara acak di ruang angkasa, tetapi membentuk pola kompleks. Dari pola itu, manusia bisa belajar tentang komposisi dan sejarah alam semesta.

"Peta yang belum pernah terjadi sebelumnya dari DESI akan memungkinkan kita untuk mengukur bagaimana alam semesta telah berkembang dari waktu ke waktu, untuk melihat bagaimana gravitasi dan energi gelap bersaing untuk menarik dan mendorong material terpisah," kata Einsenstein.

DESI menggunakan kecepatan dan jarak galaksi untuk membuat peta 3-D Alam Semesta. Karena sangat cepat, dan dapat menargetkan sekumpulan 5.000 galaksi dan quasar yang berbeda dengan begitu cepat, DESI akan memetakan 20 kali lebih banyak objek daripada pendahulunya. Secara keseluruhan, DESI akan mengukur dan memetakan 35 juta galaksi dan 2,4 juta quasar.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA