Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Selandia Baru Larang Gim Video Penembakan Christchurch

Kamis 31 Okt 2019 14:13 WIB

Rep: Antara/ Red: Indira Rezkisari

Warga berdoa untuk para korban penembakan di dekat Masjid Linwood di Christchurch, Selandia Baru, Selasa (19 /3/ 2019).

Warga berdoa untuk para korban penembakan di dekat Masjid Linwood di Christchurch, Selandia Baru, Selasa (19 /3/ 2019).

Foto: AP/Mark Baker
Gim tampilkan pemain jadi teroris supremasi kulit putih di penembakan Christchurch.

REPUBLIKA.CO.ID, WELLINGTON -- Kepala lembaga Sensor Selandia Baru mengatakan pada Kamis (31/10) telah melarang gim video yang tampak memuja penembakan massal di Christchurch awal tahun ini. Penembakan saat itu menewaskan 51 jamaah Muslim.

Dalam serangan yang disiarkan langsung di Facebook, seorang pria bersenjata yang dipersenjatai dengan senjata semi-otomatis menargetkan umat Islam menghadiri shalat di dua masjid Christchurch pada 15 Maret, menewaskan 51 orang dan melukai puluhan lainnya. Warga negara Australia Brenton Tarrant, seorang tersangka supremasi kulit putih, telah didakwa dengan serangan itu dan menghadapi pengadilan tahun depan.

Kepala Sensor David Shanks mengatakan sebuah gim video yang merayakan siaran langsung penembakan massal telah digolongkan tidak menyenangkan. "Penciptanya mulai memproduksi dan menjual gim yang dirancang untuk menempatkan pemain dalam peran sebagai pembunuh teroris supremasi kulit putih," kata Shanks dalam sebuah pernyataan.

"Dalam gim ini, siapa pun yang bukan laki-laki heteroseksual kulit putih adalah target yang ada."

Shanks sebelumnya melarang video streaming langsung dari serangan Christchurch, dan sebuah manifesto yang terkait dengan penembak yang diduga.

Awal bulan ini, dewan sensor juga melarang video berdurasi 35 menit tentang serangan lain oleh seorang pria bersenjata anti-Semit yang menewaskan dua orang di Halle, Jerman. Sebuah dokumen yang dikatakan telah dibagikan oleh pria bersenjata di Jerman sekarang juga telah dilarang, kata Shanks.

Beberapa produsen gim tampaknya berniat memproduksi keluarga gim ekstrimis kulit putih. Produsen telah menetapkan aliran pendapatan darinya, dengan pelanggan di Selandia Baru dan di seluruh dunia dapat membeli gim tersebut dari situs web producera, kata Shanks, dikutip dari Reuters.

"Para produsen gim akan mencoba untuk mendandani pekerjaan mereka sebagai sindiran tetapi permainan ini bukan lelucon. Itu kelewatan."

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA