Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Arkeolog Temukan Mutiara Tertua di Dunia

Ahad 27 Oct 2019 12:19 WIB

Rep: Zainur mahsir ramadhan/ Red: Dwi Murdaningsih

Mutiara tertua di dunia berusia 8.000 tahun.

Mutiara tertua di dunia berusia 8.000 tahun.

Foto: livescience
Mutiara itu digadang-gadang berusia 8.000 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Baru-baru ini para arkeolog dari Abu Dhabi mengklaim telah menemukan Mutiara alami tertua di dunia di Pulau Marawah, lepas pantai Abu Dhabi. Mutiara tersebut digadang-gadang telah ada sejak delapan ribu tahun yang lalu, tepatnya pada periode Neolitikum yang merupakan tahap akhir dari zaman batu.

Batu permata kuno yang memiliki Panjang sekitar 0,3 sentimeter itu didominasi dengan warna merah muda dan dijuluki sebagai 'Abu Dhabi Pearl'. Berdasarkan pernyataan dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Abu Dhabi, batu tersebut ditemukan dalam situs neolitikum sekitar 5.800 hingga 5.600 SM, dan menjadikannya sebagai yang tertua.

Direktur unit survei arkeologi di Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Abu Dhabi, Abdulla Khalfan Al-kaabi mengatakan, kehadiran Mutiara di situs arkeologi adalah bukti bahwa perdagangan Mutiara sudah ada sejak zaman Neolitik. Sebab, pada zaman tersebut mutiara bisa saja dipakai sebagai perhiasan atau diperdagangkan untuk barang lainnya.

 "Jika kita melihat sumber-sumber sejarah, kita menemukan lebih dari satu indikasi,bahwa Abu Dhabi dianggap sebagai salah satu pusat mutiara utama," katanya seperti dilansir Livescience, Ahad (27/10).

Sebagai informasi, situs ini terdiri dari struktur batu yang ringkih dan pertama kali ditemukan pada 1992 silam. Hingga kini banyak artefak yang telah ditemukan di sana, termasuk batu panah, manik-manik hingga keramik.

Bahkan, karena situs tersebut terletak di sebuah pulau, ada banyak artefak lainnya yang ditemukan, sebut saja tulang ikan, kura-kura, lumba-lumba, duyung dan tiram. Menurut Al-Kaabi, kebanyakan orang pada periode tersebut di pulau itu, sangat akrab dengan laut dan menganggapnya sebagai bagian utama dari kehidupan sehari-hari.

Terlebih, setelah berabad-abad kemudian, menurut dia, aktivitas menyelam untuk mencari mutiara di daerah itu, menjadi pendorong ekonomi bagi Uni Emirat Arab hingga 1930-an. Sementara itu, terkait Abu Dhabi Pearl, akan dipamerkan untuk pertama kali dalam pameran yang disebut sebagai '10 ribu tahun kemewahan' di Louvre Abu Dhabi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA