Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Lindungi Akun, Kenali Password Lemah Vs yang Susah Diretas

Selasa 22 Oct 2019 16:15 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Reiny Dwinanda

Password (ilustrasi)

Password (ilustrasi)

Foto: WISE GEEK
Masih ada saja orang yang menggunakan kata sandi "123456" dan "password".

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Laksana kunci rumah, kata sandi diperlukan untuk membuka pintu ke akun media sosia, akun bank, dan lainnya yang berisi sesuatu hal yang pribadi. Oleh sebab itu, penting bagi para pengguna internet untuk tidak menyebar dan memberitahukan kepada siapapun kata sandinya.

Di lain sisi, peretas pun sebenarnya bisa melacak kata sandi jika memang sangat lemah dan mudah untuk diretas. Lalu, kata sandi apa yang lemah?

User Education and Outreach Specialist Google, Aradhana Biradar, menyebutkan ada beberapa sandi yang lemah yang mudah diketahui atau bahkan diretas oleh peretas. Sandi yang paling sering dipakai pengguna internet pada 2018 antara lain "123456", "password", "123456789".

Ara menjelaskan bahwa kata-kata sandi itu sangat lemah dan mudah ditebak. Kata sandi lainnya yang masih diminati antara lain "sunshine", "qwerty", dan "iloveyou".

Lalu, membuat kata sandi yang kuat dan tak mudah diketahui oleh orang lain? Ara merekomendasikan untuk menyiapkan kata sandi yang bukan dari sebuah kata, melainkan dari sebuah frasa, yang sangat diingat dan berkesan oleh pribadi masing-masing.

Ara mencontohkan, seseorang sangat terkesan saat berkunjung ke Pulau Bali, terutama saat matahari terbenam dan makanannya. Frase yang kemudian digunakan adalah "I Love The Sunset in Bali and The Food!".

Ara menganjurkan, frasa itu kemudian diambil huruf depan masing-masing kata sehingga menjadi "ilttsibatf!". Akan tetapi, itu saja belum cukup kuat untuk dijadikan password.

Ara menganjurkan untuk mengganti huruf-huruf itu dengan berbagai simbol. Dengan begitu, kata sandi yang kuat akan tercipta.

“Kita bisa gunakan simbol dalam kata itu dan mengkombinasikan dengan huruf kapital dan huruf kecil. Kata ‘ilttsibatf!’ kemudian bisa menjadi ‘iLTt$I8aTf!’. Cukup rumit, tapi aman,” jelas Ara ungkap Ara dalam pelatihan Empowering Woman to be Safe Online, di Google Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu .

Ara juga mengingatkan agar tak menggunakan satu kata sandi saja untuk semua akun. Tiap akun akun media sosial, surel, atau mobile banking sebaiknya punya kata sandi masing-masing agar tak mudah diretas.

“Bayangkan jika kita punya satu kata sandi saja yang diaplikasikan kepada semua akun, maka artinya perampok akan bisa membuka semua pintu ruangan yang ada di rumah kita hanya dengan satu kunci,” tutur dia.

Sebagai saran, dia menyarankan sisipkan nama induk alamat dalam kata sandi, agar kita mudah mengingatnya. Misalnya, untuk akun email google, yaitu gmail, maka sisipkan kata ‘goo’ pada kata sandi.

“Dalam permisalan kata sandi ‘iLTt$I8aTf!’, maka bisa sisipkan kata ‘goo’, menjadi ‘gooiLTt$I8aTf!’,” jelas Ara.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA