Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

KPM Gelar Babak Penyisihan Kompetisi KOMPI

Ahad 06 Oct 2019 12:38 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Klinik Pendidikan MIPA (KPM) menggelar sebuah event bertajuk ‘Kompetisi Matematika dan Pendidikan Islam (KOMPI)’.

Klinik Pendidikan MIPA (KPM) menggelar sebuah event bertajuk ‘Kompetisi Matematika dan Pendidikan Islam (KOMPI)’.

Foto: kpm
KOMPI memadukan pelajaran matematika dan pendidikan agama Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Klinik Pendidikan MIPA (KPM) menggelar sebuah event bertajuk ‘Kompetisi Matematika dan Pendidikan Islam (KOMPI)’. Perhelatan yang digelar pada Ahad (6/10) ini diikuti  sebanyak  8.504 peserta.

Baca Juga

Peserta tersebar di 41 Kota/Kab dari 12 Provinsi, di antaranya: Aceh Besar, Jambi, Pekanbaru, Serang, Tangerang Selatan, Jakarta Timur, Depok, Cikarang, Bogor, Banjar, Ciamis, Bekasi, Bandung, Sukabumi, Semarang, Purwokerto, Solo, Magetan, Madiun, Lamongan, Bojonegoro, Kota Malang, Kabupaten Malang, Jombang, Tulungagung, Lumajang, Surabaya, Nganjuk, Gresik, Banyuwangi, Kab. Sampang, Sidoarjo, Ponorogo, Tuban, Blitar, Jember, Kota Kediri, Makassar, Palu, Timika, dan Sorong.

Ketua Penyelenggara, Muchammad Fachri menjelaskan Kompetisi Matematika dan Pendidikan Islam (KOMPI) adalah kompetisi yang memadukan pelajaran matematika dengan pendidikan Islam. Jadi, siswa tidak hanya mengerjakan soal matematika, tetapi juga soal pendidikan Islam, serta soal matematika yang terintegrasi Pendidikan Agama Islam.

photo
Klinik Pendidikan MIPA (KPM) menggelar sebuah event bertajuk ‘Kompetisi Matematika dan Pendidikan Islam (KOMPI)’.

Fachri menambahkan, keunggulan ketika sekolah yang mengikutsertakan siswanya di ajang KOMPI adalah sebagai persiapan untuk menjaring siswa yang akan mengikuti kegiatan Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Sekolah dapat memanfaatkan kegiatan KOMPI ini untuk menyeleksi atau mengukur kemampuan siswa pada bidang matematika di KSM nanti.

"Selain itu, keunikan lain dari kompetisi ini, yakni menerapkan bayaran seikhlasnya (sesuai kemampuan), sehingga siapapun dapat mengikuti kompetisi ini tanpa terkendala biaya” kata Fachri.

Fachri berharap acara ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk menunjukkan bakat dan kemampuannya tidak hanya di bidang matematika, tapi juga di bidang agama Islam. “Semoga kompetisi ini menjadi langkah awal terbentuknya calon penerus bangsa yang kuat dibidang ilmu matematika dan kuat dibidang ilmu pengetahuan Agama,” kata dia.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA