Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Mengintip Ruang Kontrol Chernobyl yang Tersembunyi

Senin 14 Okt 2019 15:06 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Dwi Murdaningsih

Ruang kontrol Chernobyl.

Ruang kontrol Chernobyl.

Foto: SERGEY DOLZHENKO/EPA-EFE/REX
Kunjungan ke ruang kontrol hanya dibatasi lima menit saja.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Wisatawan sekarang dapat mengunjungi ruang kontrol Chernobyl's Reactor 4. Wilayah ini adalah tempat terjadinya bencana nuklir terburuk di dunia. Wisatawan yang memasuki ruangan itu diharuskan memakai alat pelindung saat berada di dalam.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan, peresmian Chernobyl sebagai objek wisata resmi dibuka pada Juni 2019 lalu. Chernobyl merupakan kubah raksasa yang dibangun untuk memuat bahan radioaktif.

Chernobyl telah lama menjadi tujuan wisata para wisatawan. Sebagian dari Chernobyl telah dibuka untuk umum selama hampir satu dekade. Pada Mei 2019 lalu, menurut salah satu laporan Sains, pesanan untuk berwisata ke Chernobyl meningkat sekitar 30 persen sesuai dengan rilis seri populer HBO.

Namun, Reactor 4 tetap tertutup bagi sebagian besar masyarakat, kecuali beberapa peneliti dan pekerja kebersihan. Perusahan travel Chernobyl mengkonfirmasi, ruang kontrol terbuka untuk mereka yang pemberani saja dan yang ingin merasakan lebih dekat dengan lokasi terjadinya sebuah bencana besar.

Ruang kontrol yang tampak sangat rusak akibat ledakan, adalah tempat reaktor dioperasikan dan tempat dimana telah banyak keputusan-keputusan dibuat (sebelum reaktor meledak). Menurut Telegraph, posisinya berada di bawah lengkungan bangunan baru, tetapi ada di luar sarkofagus asli yang mengandung radiasi reaktor itu sendiri.

Menurut kantor berita Jerman, Ruptly, radiasi di ruangan tersebut 40 ribu kali lebih tinggi dari tingkat normal. Siapa pun yang ingin mengunjungi tempat itu harus mengenakan pakaian pelindung, helm dan topeng, dan kunjungan mereka dibatasi hanya lima menit saja. Setelah itu, menurut CNN, pengunjung diharuskan menjalani dua tes radiologi untuk mengukur jumlah radiasi yang terpapar pada mereka.

Itu merupakan ritual yang harus dilakukan usai mengunjungi Chernobyl. Pengunjung harus melalui pos pemeriksaan radiasi di awal, tengah, dan akhir wisata dalam satu hari. Turis tidak diizinkan berkeliaran sendirian. Mereka harus mengikuti tour guide karena kekhawatiran radiasi yang mungkin terjadi.

Bagian lain Chernobyl juga tetap dilarang, termasuk 'tempat peristirahatan mesin’ di desa Rossokha. Bagian ini merupakan tempat mesin yang terkontaminasi yang digunakan selama pembersihan Chernobyl. Paparan radiasi dalam jumlah besar dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan penyakit akut, serta meningkatkan risiko kanker. Namun, pejabat Ukraina menganggap daerah-daerah yang terbuka bagi wisatawan itu sudah aman, selama para wisatawan mengikuti aturan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA