Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Masyarakat tak Lagi Menonton TV, Benarkah?

Jumat 20 Sep 2019 09:10 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Menonton televisi, ilustrasi

Menonton televisi, ilustrasi

Foto: StockPhoto
Hampir semua konten televisi kini bisa diakses melalui ponsel pintar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hampir semua hal yang bisa didapatkan dari televisi kini dapat diakses melalui ponsel pintar dan jaringan internet. Tak heran bila saat ini banyak orang mengaku tak lagi menonton televisi. Benarkah?

Meski banyak orang mengklaim diri tak lagi menonton televisi, hasil survei yang dilakukan Nielsen justru menunjukkan hal sebaliknya. Data Nielsen Consumer Media View & Radio Audience Measurenment pada kuartal kedua 2016 dan kuartal kedua 2019 menunjukkan bahwa mayoritas dari sekitar 17 ribu responden berusia di atas 10 tahun masih menonton televisi.

Saat ditanya apakah kemarin menonton televisi, sebanyak 96 persen responden pada kuartal kedua 2016 menjawab menonton televisi. Dari pertanyaan yang sama, sekitar 94 responden pada kuartal kedua 2019 juga menyatakan menonton televisi.

"Tidak peduli menonton (televisi) selama lima jam atau satu menit, tapi dia terpapar," jelas Executive Director Nielsen Media Hellen Katherina, di Jakarta, belum lama ini.

Selain itu, jumlah waktu yang dihabiskan para responden untuk menonton televisi juga tampak meningkat. Rata-rata jumlah waktu menonton televisi yang dihabiskan responden pada survei 2016 adalah empat jam 54 menit dalam satu hari. Sedangkan rata-rata jumlah waktu menonton televisi yang dilakukan responden pada survei 2019 adalah lima jam enam menit dalam satu hari.

Hellen mengatakan saat ini kepemilikian ponsel pintar dan penetrasi internet di tengah masyarakat memang meningkat tajam. Kepemilikian ponsel pintar meningkat sebanyak 57 persen, dari 35 persen pada kuartal kedua 2016 menjadi 55 persen pada kuartal kedua 2019.

Peningkatan kepemilikan ponsel pintar ini sebanding dengan peningkatan penetrasi internet di tengah masyarakat. Penetrasi internet meningkat sebanyak 43 persen, dari yang semula 39 persen pada kuartal kedua 2016 menjadi 56 persen pada kuartal kedua 2019.

Waktu rata-rata yang dihabiskan untuk menggunakan internet juga tampak meningkat. Dari yang semula hanya 2 jam 26 menit per hari pada kuartal kedua 2016, menjadi tiga jam 17 menit per hari pada kuartal kedua 2019.

Hellen mengatakan peningkatan waktu penggunaan ponsel pintar dan internet di era digital tidak mengorbankan waktu masyarakat untuk menggunakan televisi. Hal yang sama juga berlaku untuk media-media konvensional lain seperti radio dan koran.

"Kenapa? Karena (penggunaan ponsel dan internet) bisa multitasking. Sambil nonton bisa belanja daring, sambil denger radio bisa internetan," jawab Hellen.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA