Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

'Anterin' Tawarkan Konsep Marketplace Transportasi Daring

Kamis 19 Sep 2019 09:15 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Nora Azizah

Ojek Online Anterin

Ojek Online Anterin

Foto: dok. Anterin
Anterin enggan disamakan dengan platform transportasi daring yang lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Model bisnis transportasi daring (online) terus tumbuh. Beragam nama dengan layanan serupa hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan layanan transportasi mudah, cepat, dan harga relatif terjangkau.

Meski pada akhirnya hanya beberapa yang mampu bertahan. Sejauh ini, pasar transportasi daring didominasi Gojek dan Grab. Keduanya ditopang dengan suntikan dana yang besar sehingga relatif memiliki keleluasaan dalam memberi harga murah kepada pengguna jasa.

Kedigdayaan Gojek dan Grab dalam pasar transportasi daring tak membuat Imron Hamzah berkecil hati. Lewat PT Anterin Digital Nusantara atau Anterin, Imron Hamzah cukup percaya diri mengembangkan aplikasi transportasi daring yang identik dengan warna biru.

Imron merupakan pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Anterin yang didirikan sejak 2016. Dalam perbincangan dengan Republika melalui sambungan telepon pada Rabu (18/9), Imron enggan menyebut Anterin serupa dengan Gojek dan Grab, apalagi menantang kedua platform tersebut.

"Kita perusahaan platform digital dengan konsep bisnis marketplace (lokapasar). Saat ini layanan yang kami sediakan memang transportasi dan layanan pengiriman barang," ujar Imron.

Imron menyebut Anterin memiliki sejumlah perbedaan dengan dua platform tersebut. Salah satunya tidak adanya sistem komisi. Dalam anterin, mitra pengemudi hanya diharuskan membayar biaya langganan sebesar Rp 150 ribu per bulan. Adapun keuntungan dari jasa transportasi diberikan sepenuhnya kepada pengemudi.

"Di sisi aplikasi, kami membebaskan pengemudi menetapkan tarif sendiri-sendiri selama itu mengikuti peraturan pemerintah," ucap Imron.

Sejauh ini, kata Imron, Anterin sudah memiliki sekira 200 ribu mitra pengemudi, baik roda dua dan roda empat di 33 kota di Indonesia. Menariknya, Anterin juga mempersilakan mitra pengemudi yang ada di Gojek dan Grab untuk bergabung tanpa harus meninggalkan statusnya di kedua platform tersebut.

Imron mengaku Anterin hadir sebagai solusi untuk membantu masyarakat, baik mitra pengemudi maupun pengguna jasa. Imron berharap Anterin tidak menginginkan adanya monopoli atau duopoli dalam bisnis transportasi daring seperti yang selama ini terjadi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA