Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Investree Gandeng PrivyID Terapkan Tandatangan Digital

Rabu 18 Sep 2019 15:31 WIB

Rep: Umi Soliha/ Red: Nora Azizah

Fintech (ilustrasi)

Fintech (ilustrasi)

Foto: flicker.com
Tanda tangan digital membuat data yang terekam sulit disalah gunakan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Investree Radhika Jaya atau Investree melakukan kerja sama dengan perusahaan penyelenggara Tandatangan Digital dan Elektronik, PrivyID. Kerja sama ini dilakukan dengan tujuan mengoptimalkan waktu proses registrasi dan menurunkan risiko penipuan identitas pribadi.

“Tanda tangan digital menggunakan teknologi kriptografi. Sederhananya, setiap penanda tangan diberikan semacam password yang sangat panjang, saat pengguna akan melakukan tandatangan mereka akan mengenkripsi atau mengancak dokumen menggunakan kode," kata CEO PrivyID, Marshall Pribadi saat acara peresmian  kerjasama, di Uptown Plaza Mutiara, Jakarta Selatan, Rabu (18/9).

Marshall mengatakan, dengan menggunakan tandatangan digital tersebut sulit untuk merubah data. Bila terdapat perubahan, maka setiap perubahan dokumen yang telah ditanda tangani akan terekam sehingga sangat sulit juga disalah gunakan.

Baca Juga

Ia menyampaikan, tingginya jumlah pengakses teknologi di Indonesia berbanding terbalik dengan jumlah pengguna layananan finansial yang hanya mencapai lima persen dari total 64 persen pengguna internet. Marshall berharap, dengan adanya kerja sama dengan Investree bisa meningkatkan layananan finansial  yang terdigitalisasi tersebut.

CO-Founder dan CEO Investree, Adrian Gunandi mengatakan, industri fintech perlu didukung dengan infratsruktur Signature Digital seperti PrivyID. Menggandeng PrivyID sebagai patner bukan tanpa alasan.

Saat ini, PrivyID adalah satu dari dua perusahaan penyelenggra tandatangan digital Indonesia yang telah tersertifikasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo RI). Kemudian, PrivyId adalah satu-satunya perusahaan penyelenggara Inovasi Keuangan Digital klaster e-KYC (Electonic Know Your Customer) yang tercatat di OJK.

“PrivyID pun telah memiliki 4,5 juta pengguna individu dan 205 perusahaan. Oleh karena itu, sebuah kehormatan bisa berkerja sama dengan PrivyID,”imbuhnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA