Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Akun Pajak Donald Trump Hampir Dijebol Mahasiswa

Kamis 12 Sep 2019 12:47 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Nora Azizah

Hacker (ilustrasi)

Hacker (ilustrasi)

Foto: pixabay
Pembajakan dilakukan melalui Free Application for Federal Student Aid (FAFSA)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Andrew Harris (24 tahun) dan Justin Hiemstra (22) akan berhadapan dengan urusan pidana karena mencoba membajak akun pajak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kedua mahasiswa itu mencoba mendapatkan catatan keuangan Trump lewat Free Application for Federal Student Aid (FAFSA).

Kedua mahasiswa itu didakwa bersalah melanggar aturan soal teknologi. Ancaman dua tahun penjara kini ada di depan mata  mereka.

Pada 2016, Trump memang pernah menolak melaporkan pajaknya. Tindakan itu tak lazim mengingat dirinya maju sebagai kandidat Presiden Amerika. Hal ini menuai kecaman dari aktivis kebebasan.

Harris mulanya berpikir bisa membajak akun pajak Trump lewat FAFSA. Aplikasi itu memang bisa digunakan menghitung pinjaman mahasiswa dengan menggunakan informasi pajak.

Baca Juga

Harris lalu mengajak Hiemstra untuk melakukannya. Keduanya bahkan berniat mengekspos pajak Trump ke media. Tapi sayang upaya itu gagal karena terlebih dahulu terbongkar.

Pengacara Harris, William J. Brennan, membantah pembajakan akun itu berkaitan dengan sindikat luar negeri. Menurutnya, pembajakan itu murni ulah iseng.

"Ini bukan seperti pembajakan yang dilakukan Rusia (saat Pilpres Amerika) tapi ini cuma kelakuan dua bocah bandel," katanya dilansir dari
The Verge pada Kamis, (11/9).

Brennan menyatakan Harris tak punya dendam pribadi pada Trump. Ia menyatakan permintaan maaf mewakili Harris. "Harris tak ada niat buruk pada Trump dan Harris sudah meminta maaf atas tindakan ini," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA