Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

7 Penemuan yang Diganjar Penghargaan Dunia

Jumat 06 Sep 2019 14:03 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Dwi Murdaningsih

Foto lubang hitam pertama yang berhasil ditangkap ilmuwan.

Foto lubang hitam pertama yang berhasil ditangkap ilmuwan.

Foto: AP
Ada 7 penemuan yang memenangkan The Oscars of Science'.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah terobosan terus dibuat dalam dunia ilmu pengetahuan. Hal itupun lantas tak lepas dari pengamatan para miliader yang berusaha mengganjar para penemu itu dengan sejumlah hadiah. Ajang kompetisi itu disebut 'The Oscars of Science'.

Berikut 7 Penemuan yang dinilai sebagai sebuah terobosan di 2020 seperti dilansir laman Popularmechanics, Jumat (6/9).

Foto lubang hitam
Para April 2019 Tim Event Horizon Telescope berhasil mengabadikan foto Lubang Hitam. Gambar diambil oleh delapan jaringan teleskop yang membentang di tiga benua.

Foto lubang hitam yang berada di pusat galaksi Messier 87 itu bercahaya dan akhirnya mengungkapkan salah satu fenomena paling menarik dari kosmos. Karya ini memenangi kompetisi dalam kategori 'Breakthrough Prize in Fundamental Physics'

Memahami Obesitas
Adalah Jeffrey M. Friedman yang memenangi kompetisi dalam kategori 'Breakthrough Prize in Life Sciences'. Friedman dinilai berhasil mempelajari seperti apa bentuk sistem biologis yang mengatur berat badan.

Baca Juga

Friedman menemukan hormon Leptin. Leptin membantu mengatur berat badan dengan mengirimkan sinyal ke otak bahwa tubuh memiliki simpanan lemak. Beberapa pasien obesitas kekurangan Leptin. Mereka tidak dapat menghasilkan hormon Leptin.

Pasien obesitas yang resisten Leptin dapat menghasilkan hormon. Namun, ada mutasi di sepanjang jalur hormon di otak sehingga mencegah sinyal tersebut diproses.

"Dengan memahami bagaimana sistem bekerja, kita dapat mengetahui tempat untuk melakukan intervensi," katanya.

Mengungkap Alur Rasa Sakit
David J. Julius dari University of California yang berhasil memenangi karya dalam kategori Breakthrough Prize in Life Sciences. Dia menemukan protein spesifik dan menemukan jalur pensinyalan di sistem saraf yang terkait dengan berbagai jenis rasa sakit-reaksi terhadap racun capsaicin yang ditemukan dalam cabai, atau bahkan molekul pendingin di mentol.

Protein Pendamping
Franz-Ulrich Hartl dan Arthur Horwich didapuk sebagai pemenang dalam kategori Breakthrough Prize in Life Sciences. Keduanya menemukan adanya protein di dalam sel, yang disebut protein pendamping, yang dikhususkan untuk membantu protein lain melipat ke dalam bentuk yang benar.

Memetakan protein bermasalah
Pemenang berikutnya adalah Virginia Man-Yee Lee dari University of Pennsylvania. Dia memetakan bagaimana protein bermasalah ini bersatu dan bergerak melalui berbagai bagian otak.

Protein ini bertanggungjawab dalam menyebabkan penyakit neurodegeneratif seperti alzheimer, parkinson atau ALS. Protein mencegah neuron bekerja dengan baik. Penumpukan protein ini sangat melemahkan.

Matematika
Alex Eskin dari the University of Chicago yang berhasil menemukan 'Teorema Tongkat Sihir' yang dapat membantu memecahkan berbagai aspek dalam matematika.

Supergravitasi
Sergio Ferrara dari CERN, Daniel Freedman dari MIT dan Stanford University serta Peter van Nieuwenhuizen dari Stony Brook University memanangi hadiah kategori Special Breakthrough Prize in Fundamental Physics. Teori yang dikeluarkan ketiganya terbukti membantu banyak misteri dalam dunia fisika.

Mereka mengusung konsep yang menggabungkan teori relativitas umum dan supersimetri yang ada. Idenya adalah setiap partikel yang diketahui dipasangkan dengan pasangan yang belum ditemukan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA