Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Tekan Populasi Aedes Aegypti, Batan Mandulkan Nyamuk Jantan

Jumat 06 Sep 2019 11:22 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Nyamuk Aedes aegypti.

Nyamuk Aedes aegypti.

Foto: Reuters/ Paulo Whitaker
Memanfaatkan teknologi radiasi, Batan mandulkan nyamuk jantan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menawarkan pemanfaatan teknologi radiasi untuk memandulkan nyamuk guna menekan populasi Aedes aegypti, nyamuk pembawa virus dengue. Teknologi tersebut diadopsi dalam upaya mencegah dan mengurangi kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD).

"Pemahaman umum masyarakat bahwa radiasi menyebabkan kemandulan. Itu yang kami manfaatkan. Radiasi bikin mandul dan itu kami pakai ke serangga," kata Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Batan Totti Tjiptosumirat kepada Antara di Jakarta, Jumat.

Dalam hal ini, proses sterilisasi menggunakan radiasi diterapkan pada nyamuk jantan. Dengan begitu, ketika nyamuk jantan kawin dengan ratu nyamuk maka telur yang dihasilkan tidak akan bisa menetas.

"Kami memelihara, memperbanyak serangga-serangga pejantan mandul di mana dia akan mengawini ratu nyamuk, tetapi setelah kawin, si jantan mati, si ratu bertelur kemudian mati, telurnya tidak akan menetas, populasi akan turun karena tidak ada yang menetas," ujar Totti.

Ia menjelaskan, teknologi itu aman karena tidak menggunakan bahan kimia seperti pemberantasan nyamuk menggunakan insektisida. Batan akan melepaskan nyamuk-nyamuk yang sudah dimandulkan ke alam bebas.

Baca Juga

Nyamuk-nyamuk jantan mandul itu akan kawin dengan nyamuk betina di alam bebas, namun tidak akan terjadi pembuahan setelah perkawinan itu sehingga telur yang dihasilkan tidak akan menetas. Dengan demikian, populasi nyamuk akan menyusut.

Teknik Serangga Mandul yang dikembangkan Batan sejak 2005 mempunyai tingkat keberhasilan sangat tinggi. Efektivitas penurunan populasi nyamuk terpantau sampai 96,35 persen.

Teknologi nyamuk mandul telah dimanfaatkan oleh beberapa daerah di Indonesia, di antaranya Solo, Salatiga, Banjarnegara, Semarang, Bangka Belitung, dan kompleks perumahan Batan. Hasil pengamatan dua tahun di daerah-daerah tersebut menunjukkan adanya penurunan kasus demam berdarah.

"Sekarang kami coba kerja sama dengan dinas kesehatan lain dalam rangka penanggulangan penyakit masyarakat seperti dengue supaya mereka juga memberikan dukungan dengan memakai teknologi ini," ujar Totti.

Teknologi untuk memandulkan pejantan nyamuk juga sudah disampaikan ke Kementerian Kesehatan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA