Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Agamawan Saintis, Misi Besar Pesantren Sains Salman Cirebon

Rabu 04 Sep 2019 20:55 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Santri Pesantren Sains Salman Cirebon tengah melakukan kegiatan belajar mengajar.

Santri Pesantren Sains Salman Cirebon tengah melakukan kegiatan belajar mengajar.

Foto: Republika/Andrian Saputra
Pesantren Sains Salman saat ini mengasuh 300 santri.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Pondok Pesantren Sains Salman Assalam sukses mengkolaborasikan sistem pendidikan pesantren dengan sains dalam pembelajarannya. Pesantren ini menerapkan sistem pendidikan pesantren ala pesantren Darussalam Gontor dan sekaligus menekankan pembelajaran sains pada kegiatan belajar mengajar sehari-harinya.  

Baca Juga

Alhasil, pesantren yang berlokasi di Desa Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang, Cirebon itu pun berhasil mencetak lulusan yang memahami keilmuan agama sekaligus sains.

Para alumninya pun banyak yang melanjutkan ke berbagai universitas dan perguruan tinggi di bidang sains baik dalam dan luar negeri. “Secara pendidikan pesantren Gontor menjadi contoh kami tetapi secara konsep bagaimana kami bisa meluluskan alumni generasi saintis Muslim yang bisa bersaing di perguruan Tinggi bidang Sains,” tutur pimpinan Ponpes Sains Salman Assalam, Ustaz Warso Winata saat berbincang dengan Republika,co.id pada Rabu (4/9).   

photo
Gerbang Pesantren Sains Salman

Ada sebanyak 300 santri yang mondok di Pesantren Salman Assalam. Pesantren ini juga memiliki program pendidikan formal tingkat SMP dan Aliyah.

Di pesantren ini, siswa tingkat SMP selain mempelajari berbagai literatur keislaman juga dikenalkan dasar-dasar dunia sains. Memasuki Aliyah, pelajaran sains lebih diperdalam berikut dengan pelatihan dan praktik baik di laboratorium maupun terjun langsung ke lapangan.   

Bahkan menurut Ustaz Warso, santri kelas 3 Aliyah lebih diintensifkan lagi untuk berlatih menyelesaikan soal-soal sains untuk seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri. Hal itu agar santri bisa mempunyai persentase nilai acuan yang cukup untuk lulus ke perguruan tinggi di bidang sains.   

Tak hanya itu, pesantren juga mendatangkan pemateri-pemateri dari luar pesantren yang ahli di bidang sains untuk memberikan bimbingan kepada santri tentang hal-hal yang belum diketahui.   

Kendati demikian, pesantren sains Salman Assalam tak mengenyampingkan pelajaran-pelajaran kepesantrenan. Justru pesantren ini memberikan berbagai literatur keislaman mengacu pada pesantren Gontor. 

Tak hanya itu santri juga didorong untuk mampu menghafal Alquran terutama ayat-ayat yang berkaitan dengan sains. Pesantren ini juga mengajarkan para santrinya mampu menguasai bahasa asing.  

“Walau arahnya sains tapi kami tetap pesantren, semua pelajaran Gontor kita ajarkan di sini. Karena itu kami ingin mencetak generasi-generasi saintis Muslim, mereka juga bisa masuk ke perguruan Tinggi di bidang sains itu," katanya.  

Alumni Ponpes Sains Salman Assalam  banyak yang melanjutkan studi di beberapa kampus ternama baik dalam dan luar negeri, seperti ITB, ITS, ITERA, serta UGM. Selain itu beberapa santrinya melanjutkan ke Universitas Martin Luther Jerman hingga Al Azhar Kairo. Andrian Saputra.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA