Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Apa Profesi Atta Halilintar Sebelum Jadi Raja Youtube?

Rabu 04 Sep 2019 18:28 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Reiny Dwinanda

Kreator konten Atta Halilintar (dua dari kanan) saat di konferensi pers acara Smartfren Wow concert, di Jakarta Selatan, Selasa (3/9)

Kreator konten Atta Halilintar (dua dari kanan) saat di konferensi pers acara Smartfren Wow concert, di Jakarta Selatan, Selasa (3/9)

Foto: Republika/Farah Nabila Noersativa
Atta Halilintar kini terkenal sebagai Raja Youtube Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gelar Raja Youtube Indonesia kini tersemat pada Atta Halilintar. Kreator konten di Youtube itu telah menggaet hampir 20 juta subscriber channel-nya. Sebelum terkenal seperti sekarang, apa kesibukan Atta? 

“Pertama banget itu aku berdagang. Aku jualan apa aja yang bisa dijual. Jual makanan, pakaian,” ungkap Atta dalam konferensi pers acara Smartfren Wow Concert, di wilayah Jakarta Selatan, Selasa (3/9).

Atta mengenang, pada saat menjadi pedagang, dia membutuhkan tempat untuk promosi dan mengiklankan produk-produknya. Sebab, menurut dia, sebagus apapun barang dagangan, percuma saja bila tak memiliki lahan untuk promosi dan iklan.

Di lain sisi, dia saat itu hanya memiliki bujet pas-pasan. Atta pun lebih memilih untuk mengiklankan barang dagangannya melalui media sosial.

Nah dengan medsos ini aku bisa beriklan tanpa modal. Pertama aku bikin blog. Sebelum vlog aku bikin blog. Konten-konten yang aku tuliskan itu berkaitan dengan dagangan aku,” ungkap Atta.

Ceritanya, saat itu, dia berjualan ponsel. Dia lalu menulis mengenai spek-spek ponsel-ponsel yang dia jual itu.

Di situlah, Atta mengumpulkan massa dan komitmen dari pada warganet yang tertarik berbicara mengenai ponsel tersebut. “Baru di kolom reply saya bilang kalau mau beli handphone ini saya jual lho. Awalnya begitu,” kata Atta.

Menurut laki-laki bernama lengkap Muhammad Attamimi Halilintar itu, orang-orang telah mulai jarang beriklan di koran, majalah, dan media cetak. Kondisinya, saat ini telah bertransformasi, orang-orang mulai beralih ke media sosial.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA