Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Libra Facebook Dapat Lemahkan Kekuatan Bank Sentral

Selasa 03 Sep 2019 05:15 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Libra Facebook Dapat Lemahkan Kekuatan ECB. (FOTO: Unsplash)

Libra Facebook Dapat Lemahkan Kekuatan ECB. (FOTO: Unsplash)

Libra diprediksi dapat merusak kemampuan Bank Sentral Eropa di sisi moneter

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta---Anggota dewan European Central Bank (ECB), Yves Mersch, pada Senin (2/9/2019), mengatakan bahwa penerimaan secara luas dari Facebook, yang mengusulkan mata uang Libra, diprediksi dapat merusak kemampuan Bank Sentral Eropa untuk menetapkan kebijakan moneter, risiko potensial  bagi blok mata uang.

"Bergantung pada tingkat penerimaan Libra dan referensi euro dalam keranjang persediaannya, dapat mengurangi kontrol ECB terhadap euro, merusak mekanisme transmisi kebijakan moneter dengan memengaruhi posisi likuiditas bank-bank kawasan euro, dan merusak peran internasional mata uang tunggal, misalnya dengan mengurangi permintaan untuk itu," tambah Mersch, sebagaimana dikutip Reuters.

Sialnya lagi, di hari yang sama muncul berita dari Filipina. Juara tinju Filipina, Manny Pacquiao meluncurkan mata uang digital miliknya sendiri, Ahad (1/9/2019), di sebuah konser gratis yang dihadiri oleh 2 ribu penggemar untuk mengembangkan minat terhadap produk digital itu.

Baca Juga: China Akan Luncurkan Uang Digital Sebelum Libra

Token Pac akan terdaftar di Global Crypto Offering Exchange (GCOX) Singapura. Selain Pacquiao, mantan bintang sepak bola Liverpool dan Timnas Inggris, Michael Owen juga terdaftar sebagai investor swasta.

"Anggota keluarga al-Nahyan, salah satu keluarga penguasa Uni Emirat Arab, yakni Sheikh Khaled bin Zayed juga ada di dalam daftar investor token Pac," tulis Reuters.

Masih banyak berita lain tentang uang kripto. Di antaranya adalah cerita tentang Kuba, Venezuela, dan Iran yang ingin menggunakan uang kripto agar terhindar dari dolar. Bahkan, China telah membuang uang kripto sendiri agar bisa mengendalikan kebijakan moneternya. Selamat datang di dunia kripto!

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA