Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Tips Jaga Kesehatan Baterai Ponsel

Senin 26 Agu 2019 12:14 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nora Azizah

Mengisi daya baterai ponsel. Ilustrasi

Mengisi daya baterai ponsel. Ilustrasi

Foto: Huffingtonpost
Jenis baterai saat ini lebih diandalkan tapi perlu dijaga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Baterai merupakan komponen terpenting dalam ponsel pintar. Tanpa baterai, ponsel sama sekali tidak akan berfungsi dan bagian ini pun perlu perawatan yang tepat.

Perkembangan baterai saat ini cukup memuaskan untuk memenuhi kebutuhan teknologi. Jenis baterai lithium-ion di dalam ponsel saat ini lebih dapat diandalkan, tahan lama, dan lebih aman daripada sebelumnya. Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti dilansir dari wired.com.

Baca Juga


Isi Sebelum Habis

Reaksi kimia di dalam baterai lithium-ion lebih nyaman dengan pengisian dan pelepasan yang lebih pendek, daripada dikuras sampai habis dan kemudian ditambah lagi. Tidak akan ada kerusakan secara serius ketika menunggu daya sampai mati setiap kali sebelum memasangnya kembali.

Meski tidak bermasalah, menguras baterai sampai habis dan baru diisi kembali akan berisiko memperpendek usia baterai. Menjaga daya ponsel antara 50 persen hingga 80 persen tampaknya menjadi titik aman dan jangan biarkan turun hingga di bawah 20 persen.

 

Periksa Temperatur

Baterai lithium-ion di dalam ponsel tidak suka suhu ekstrem. Kondisi terlalu panas atau dingin bisa membuat ponsel secara tiba-tiba mati begitu saja.

Coba untuk membuat suhu ponsel stabil dan menghindari tempat-tempat yang bersuhu terlalu ekstrem, seperti meninggalkan ponsel di dalam mobil. Memang, temperatur yang ekstrem ini tidak serta merta membunuh baterai ponsel seketika.

Tapi, kondisi itu mempercepat degradasi alami yang dialami semua baterai seiring waktu. Artinya, berarti  atau telepon menjadi lebih cepat dari yang seharusnya untuk diganti.

Isi Daya Manual

Baterai lithium-ion lebih memilih input yang lambat dan stabil. Pertimbangkan untuk menggunakan pendekatan lambat dan stabil dengan pengisi baterai secara manual kapan pun itu tersedia.

Ketika mengandalkan pengisian nirkabel atau pengisian cepat, pastikan menggunakan pengisi daya resmi yang menyertai ponsel atau aksesori pihak ketiga yang disetujui secara resmi. Pengisi daya ini akan dikonfigurasikan untuk menjaga baterai ponsel tetap aman.


Menyimpan Baterai

Saat tidak akan menggunakan telepon untuk sementara waktu, menyimpannya dengan setengah muatan daya akan lebih baik daripada membiarkannya terisi penuh atau habis sama sekali. Kondisi ini juga berlaku untuk tablet, yang mungkin digunakan lebih jarang.

Ingat pula untuk menyimpannya di area yang tidak bisa menimbulkan suhu ekstrem yang bisa mempengaruhi kondisi baterai. Jangan sampai benda itu rusak justru karena tidak dipakai.

 

Lakukan Pembaruan

Mengelola daya tahan baterai adalah operasi yang rumit, dan ini adalah sesuatu yang secara bertahap semakin baik di iOS dan Android. Baterai pun sangat terpengaruh dengan pembaruan yang dilakukan oleh perangkat lunak ponsel.

Bukan hanya usia baterai yang sesunggunya terselamatkan ketika melakukan pembaruan. Keamanan perangkat, kompatibilitas dengan aplikasi dan perangkat keras lain, dan banyak lagi yang akan terselamatkan.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA