Jumat, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Jumat, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Inggris Kembangkan Transplatasi Organ Babi untuk Manusia

Selasa 20 Agu 2019 02:40 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Dwi Murdaningsih

Sakit Jantung (Ilustrasi)

Sakit Jantung (Ilustrasi)

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Masih ada banyak kendala sebelum terapi genetik dapat diuji pada pasien.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang ahli bedah di Inggris mengungkapkan hasil baik dari transplantasi hati babi yang dia lakukan tiga tahun lalu. Dokter Terence English yang juga menjadi pelopor transplantasi jantung di Inggris ini mengatakan akan mengadaptasikan percobaan penggantian ginjal manusia dengan babi, tahun ini.

Baca Juga

"Jika hasil xenotransplantasi memuaskan dengan ginjal babi pada manusia, maka kemungkinan jantung akan digunakan dengan efek baik pada manusia dalam beberapa tahun," kata pria berusia 87 tahun itu,dilansir dari The Guardian, Selasa (20/8).

"Jika itu bekerja dengan ginjal, itu akan bekerja dengan hati. Itu akan mengubah masalah," lanjutnya.

Anatomi dan fisiologi jantung babi, menurut dia, mirip dengan jantung manusia, sehingga digunakan sebagai model untuk mengembangkan perawatan baru. Organ vital babi ini, katanya menjadi harapan besar untuk menangani penyakit jantung yang banyak diidap warga Inggris. Diperkirakan 900 ribu orang di Inggris mengidap penyakit jantung, dan jutaan lainnya memiliki tekanan darah tinggi, dan risiko lain serangan jantung.

Sebuah tim peneliti internasional, termasuk ilmuwan Inggris, menemukan bahwa pengiriman sepotong kecil materi genetik yang disebut microRNA-199 ke jantung yang rusak akibat serangan jantung, dapat menyebabkan sel-sel beregenerasi. Sejauh ini, Infark miokard, yang disebabkan oleh penyumbatan tiba-tiba dari salah satu arteri koroner, adalah alasan utama gagal jantung.

"Korban sering dibiarkan dengan kerusakan struktural permanen pada hati mereka," katanya.

Selama penelitian, para ilmuwan memberikan microRNA-199 ke babi setelah infark miokard, dan ditemukan adanya pemulihan fungsi jantung yang hampir lengkap setelah satu bulan. Kendati demikian, masih ada banyak kendala sebelum terapi genetik dapat diuji pada pasien serangan jantung manusia. Sebagian besar babi yang dirawat mati setelah perawatan karena microRNA-199 terus diekspresikan dengan cara yang tidak terkontrol.

sumber: https://www.theguardian.com/science/2019/aug/19/pig-to-human-heart-transplants-possible-within-three-years-terence-english

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA