Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Barista Ungkap Tip Memilih Susu untuk Minuman Kopi

Senin 19 Aug 2019 14:03 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Kopi susu.

Kopi susu.

Foto: flickr
Ada banyak variasi minuman kopi yang membutuhkan susu sebagai campurannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada banyak kreasi minuman kopi yang membutuhkan susu sebagai campurannya. Cita rasa kopi menjadi lebih ringan dan mudah diterima oleh orang-orang yang mungkin tidak terlalu menyukai kopi pahit setelah dicampurkan dengan susu.

"Di dunia kopi, susu segar yang kita pakai juga penting," ungkap pemenang Indoensian Barista Championship 2019 Mikael Jasin dalam peluncuran kemasan baru Diamond Fresh Milk, di Jakarta.

Mikael mengungkapkan, setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan saat memilih susu untuk campuran kopi. Ketiga hal tersebut adalah lemak, protein, dan juga karbohidrat yang terkandung di dalam susu.

"(Berbagai jenis susu) kandungannya pasti beda-beda. Jadi, yang paling penting untuk sama kopi itu adalah lemak, protein, dan karbohidrat," ungkap Mikael.

Baca Juga

photo
Barista Mikael Jasin


Lemak
Kandungan lemak dalam susu berkaitan dengan rasa malt atau creaminess dari rasa susu setelah dicampurkan dengan kopi. Mikael mencontohkan, susu Diamond Fresh Milk memiliki kandungan lemak sebesar 8 gram per 200 mililiter atau sekitar empat persen.

Kandungan lemak sebesar empat persen pada susu cukup tinggi untuk menjadi campuran kopi. Dengan empat persen lemak, susu dapat memberikan rasa yang creamy bila dicampurkan dengan kopi.

"Empat persen ini lumayan tinggi, nggak sampai tinggi banget, jadi kita tahu dengan lihat ini saja pasti bakal creamy," kata Mikael.

Protein

Kandungan protein berkaitan dengan seberapa tebal bubble atau foam (busa) yang akan dihasilkan susu ketika menjadi campuran kopi. Semakin tinggi kandungan protein, semakin banyak busa yang akan dihasilkan. Sebaliknya, semakin rendah kandugan protein pada susu, semakin sedikit foam yang akan dihasilkan.

"Kita nggak mau foam terlalu tebal karena justru rasa kopinya hilang, yang berasa tinggal foam-nya saja," tutur Mikael.

Mikael mencontohkan susu Diamond Fresh Milk memiliki kandungan protein sebesar 6 gram per 200 mililiter atau sekitar tiga persen. Kandungan protein sebesar tiga persen pada susu ini cukup untuk menjadi campuran kopi, tidak terlalu rendah maupun tidak terlalu tinggi.

Karbohidrat

Kandungan karbohidrat dalam susu berkaitan dengan rasa manis yang akan diberikan gula ketika dicampurkan pada susu. Dalam kondisi sebelum dipanaskan, menurut Mikae, susu memiliki dua jenis gula, yaitu glukosa dan galaktosa. Akan tetapi, setelah dipanaskan, gula yang terkandung di dalam susu akan berubah menjadi sukrosa.

"Akan terurai manjadi sukrosa yang lebih manis di lidah," ujar Mikael.

Kandungan karbohidrat 3,5 persen dalam susu sudah cukup untuk memberikan rasa manis pada minuman kopi susu . Untuk menjaga rasa manis pada susu, Mikael mengatakan susu tidak boleh dipanaskan hingga suhunya melebihi 60 derajat Celcius. Bila susu dipanaskan lebih dari 60 derajat Celcius, rasa manis pada susu akan hilang dan tertutup oleh lemak dan protein.

"Jadi tadi lemak empat persen, protein tiga persen, karbohidrat 3,5 persen, tanpa nyobain pun (akan tahu) susu ini rasanya akan manis, lebih creamy, tapi tidak menutupi rasa dari kopi," ujar Mikael.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA