Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

KPM Tulungagung Gelar Pelatihan Matematika Nalaria Realistik

Kamis 08 Agu 2019 07:11 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

 Klinik Pendidikan Mipa (KPM) Cabang Tulungagung menggelar pelatihan matematika nalaria realistik (MNR), Sabtu hingga Ahad pekan lalu.

Klinik Pendidikan Mipa (KPM) Cabang Tulungagung menggelar pelatihan matematika nalaria realistik (MNR), Sabtu hingga Ahad pekan lalu.

Foto: kpm
Pelatihan merupakan kelanjutan seminar matematika yang diselenggarakan KPM.

REPUBLIKA.CO.ID, TULUNGAGUNG -- Klinik Pendidikan Mipa (KPM) Cabang Tulungagung menggelar pelatihan matematika nalaria realistik (MNR), Sabtu hingga Ahad pekan lalu. Berbicara tentang pendidikan, maka kita tak bisa melupakan arti penting peran dan kehadiran sosok guru. Guru matematika merupakan faktor kunci dalam upaya peningkatan mutu proses pembelajaran matematika yang kreatif, mengasah nalar, dan menyenangkan bagi siswa.

Acara yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari,  dihadiri 40 peserta yang terdiri dari mahasiswa, guru, dosen, bahkan orangtua. Pelatihan MNR ini juga  merupakan  kelanjutan dari kegiatan seminar matematika yang telah diselenggarakan sebelumnya oleh KPM Cabang Tulungagung.

Kepala KPM Cabang Tulungagung Khoerul Fathurrohman mengatakan pelatihan ini diadakan karena keresahan batin para guru. "Mata pelajaran matematika masih menjadi momok menakutkan dan sukar dipahami oleh siswa. Terlebih saat ini, soal matematika telah mengalami sudah berfokus pada pengembangan aspek penalaran/Higher Order Thinking Skill," ujar dia.

Baca Juga

photo
Klinik Pendidikan Mipa (KPM) Cabang Tulungagung menggelar pelatihan matematika nalaria realistik (MNR), Sabtu hingga Ahad pekan lalu.

Fathur, sapaan akrabnya berharap pelatihan MNR ini dapat menjadi solusi agar proses pembelajaran matematika semakin efektif, kreatif, dan siswa pun dapat memahami soal dengan konsep bernalar. Hal tersebut terlihat dari materi yang disajikan kepada peserta pelatihan tidak hanya sebatas teori saja, melainkan mengombinasikan dengan beberapa permainan, seperti, Kartu Nara dan Permainan Berlian Matematika (PBM).

Salah satu peserta pelatihan, Sidratul Muntaha, mengapresiasi kegiatan ini. “Materinya sangat berkesan karena banyak cara yang tidak terpikirkan saya sebagai seorang guru, khususnya dalam materi pemecahan masalah. Selain mendapatkan pengalaman menyelesaikan soal dengan MNR, saya pun bersyukur dikenalkan pembelajaran matematika lewat permainan,” kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA