Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Menyulap Limbah Jelantah menjadi Sabun Cuci

Senin 05 Agu 2019 15:08 WIB

Rep: Wilda Fizriyani / Red: Agus Yulianto

Puskesmas Mulyorejo, Sukun, Kota Malang memberikan pengarahan perihal pembuatan sabun dari minyak jelantah kepada Tim Penggerak PKK Sukun di Kantor Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jumat (2/8).

Puskesmas Mulyorejo, Sukun, Kota Malang memberikan pengarahan perihal pembuatan sabun dari minyak jelantah kepada Tim Penggerak PKK Sukun di Kantor Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jumat (2/8).

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Sabun jelantah akan terus diperbaiki ke depannya.

REPUBLIKA.CO.ID, Minyak jelantah, limbah cair yang sudah tidak asing bagi masyarakat terutama para ibu rumah tangga. Semua yang bisa memasak tentu akan selalu berhadapan bahan ini di rumahnya masing-masing.

"Tapi sayangnya minyak jelantah ini sering terbuang," kata Sanitarian Puskesmas Mulyorejo, Sigit Wahyudi saat ditemui wartawan di Kantor Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jumat (2/8).

Melihat situasi ini, Sigit dan tim Puskesmas Mulyorejo pun berupaya agar limbah jelantah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satunya dengan mengubahnya menjadi sabun cuci. Upaya ini lalu dilanjutkan melalui pengarahan kepada perwakilan Tim Penggerak (TP) PKK per kelurahan di Kantor Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Di kegiatan ini, Sigit menerangkan, proses pengubahan minyak jelantah menjadi sabun kepada para ibu PKK. Termasuk dorongan mereka menjadi bagian Gerakan Donasi Jelantah (Donat). Para ibu PKK ini kelak akan diminta untuk mengumpulkan minyak jelantah dari warga agar bisa dimanfaatkan menjadi sabun.

photo

Puskesmas Mulyorejo, Sukun, Kota Malang memberikan pengarahan perihal pembuatan sabun dari minyak jelantah kepada Tim Penggerak PKK Sukun di Kantor Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jumat (2/8).

"Jadi sabun kita kembangkan di ibu PKK. Gerakan Donat kami diharapkan bisa lebih berkembang lagi dan menjadi kegiatan PKK berkelanjutan," ujar Sigit.

Dari segi pengolahan, Sigit menerangkan, minyak jelantah hanya perlu menggunakan soda api atau NaOH. Karena berhubungan dengan masyarakat, takaran bahan tidak menggunakan besaran liter atau gram. Ia hanya menimbang soda api sekitar 1,5 sendok makan dan setengah gelas minyak jelantah.

Proses pembuatan sabun dapat berlangsung hingga tiga sampai empat pekan agar bisa menghasilkan sabun. Setelah itu, sabun yang juga dipadukan essence ini dapat digunakan.

Hingga saat ini, Sigit mengaku, sabunnya belum melaksanakan uji klinis. Dalam hal ini belum tahu seberapa besar efek kesehatan dan higienitas yang dihasilkan. Belum lagi sabunnya tersebut belum diujikan pada tubuh manusia.

Sabun jelantah untuk sementara baru bisa dimanfaatkan pada kain kotor. Namun efeknya sudah menunjukkan hasil yang baik. Selain bersih juga memiliki aroma seperti sabun "colek". Pada reaksi tangan saat itu juga hanya terasa lebih kesat.

Sigit memastikan, sabun jelantah akan terus diperbaiki ke depannya. Hal ini termasuk mengkaji lebih lanjut pemanfaatannya pada kulit tubuh. "Akan kita update. Jika sudah fix di tubuh, kenapa nanti tidak bisa digunakan?" tegas Sigit.

Sementara itu, Ketua TP PKK Sukun, Tri Maryati Widi mengaku para anggotanya sangat antusias mempelajari hal baru. Pembelajaran ini setidaknya dapat memberikan referensi dalam mengolah limbah cair. Sebab, limbah ini bagaimana pun juga sering ditemui para ibu PKK dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti diketahui, warga Sukun saat ini sudah mengetahui cara menyelamatkan limbah padat seperti sampah pada umumnya. Salah satunya dengan memanfaatkan Bank Sampah di masing-masing tempat. "Nah, sampah cair (minyak jelantah) ini yang belum terpikir (jalan keluarnya--red)," katanya. 

Selama ini, kata dia, hampir sebagian besar warga membuang minyak jelantah ke selokan. Padahal cara demikian tidak baik untuk kebersihan lingkungan. Oleh sebab itu, program sabun jelantah menjadi salah satu cara tepat dalam menghadapi masalah tersebut.

Dia yakin sabun jelantah akan mendatangkan manfaat luar biasa bagi warga. Sabun setidaknya dapat dimanfaatkan untuk membersihkan alat rumah tangga. Program ini juga membantu menyelematkan pencemaran lingkungan terutama pada air. 

Untuk saat ini, Maryati menyatakan, pihaknya akan terlebih dahulu memberikan kesadaran pentingnya mengelola limbah cair terutama minyak jelantah. Setelah itu, para anggota TP PKK Sukun akan memeroleh pelatihan secara rinci cara pengelolaan sabun. "Lalu baru bisa menjual produk pemanfaatan minyak jelantah nantinya," jelas Maryati.

Maryati berharap, sabun jelantah bisa menjadi produk unggulan TP PKK Sukun nantinya. Apalagi selama ini per PKK di kelurahan acap memiliki satu produk terbaik. Selanjutnya, akan mendapatkan kunjungan dari TP PKK lainnya untuk mempelajari produk tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA