Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Melatih Kecakapan Bernalar Lewat Matematika

Senin 29 Jul 2019 09:58 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Pelatihan matematika nalaria realistik.

Pelatihan matematika nalaria realistik.

Foto: kpm
Ironisnya, sebagian besar siswa justru tak menyukai matematika.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Matematika adalah salah satu pelajaran yang menghadirkan dua sisi. Matematika sangat berguna untuk melatih kecakapan bernalar siswa. Namun di sisi lain, sebagian besar siswa justru tak menyukai matematika.

Klinik Pendidikan MIPA (KPM) melalui pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) berupaya memberikan kontribusi untuk meningkatkan kecakapan bernalar guru matematika yang bisa berdampak pada perbaikan kemampuan bernalar siswa.         

Baca Juga

Kepala Divisi Pelatihan KPM Teguh Imam Agus Hidayat menuturkan guru dituntut harus memahami cara melaksanakan pembelajaran matematika yang dapat meningkatkan kemampuan nalar dan pemecahan masalah. Pelatihan MNR berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) mendorong para guru agar cakap bernalar sehingga diharapkan mampu melatih kecakapan bernalar para siswanya.

photo

Pelatihan matematika nalaria realistik.

‘’Para guru diajak mencari ide-ide kreatif dalam mengembangkan bahan ajar dan media ajar yang mampu mengasah daya nalar siswa,” ujar Math Tutor Tim KPM Indonesia di ajang International Mathematics and Science Olympiad (2016-2018) ini.  

Kecakapan penalaran matematik yang baik sangat ditunjang oleh pemahaman matematik yang baik pula. Tanpa pemahaman konsep yang baik, kemampuan penalaran tidak akan berkembang optimal.

Rahmat Isnaeni, salah satu peserta pelatihan MNR mengungkapkan bahwa dirinya menyadari pentingnya mengajarkan matematika dari sesuatu yang nyata ada di sekitar siswa. Selain itu, siswa juga mesti diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk membangun konsep pengetahuannya sendiri.

 “Dari pelatihan MNR ini, saya menemukan hal baru bahwa mengajar itu harus dimulai dari sesuatu yang nyata agar anak-anak mudah untuk menemukan sendiri konsepnya. Saya harus mengubah gaya mengajar saya. Siswa harus mengalami pembelajaran matematika yang lebih melibatkan mereka dalam proses membangun pengetahuan matematika,” ucap guru SDIT Al Madinah Kebumen ini.

Pembelajaran matematika yang perlu dilakukan guru adalah bagaimana guru mendorong siswa untuk bernalar, bertanya, memecahkan masalah, dan mendiskusikan ide-ide matematik mereka. Saat siswa belajar membangun pemahaman konsep, mengasah nalar lewat pengerjaan soal-soal HOTS, menyelesaikan tantangan eksplorasi matematika dan pemecahan masalah, menciptakan lingkungan pembelajaran yang menawarkan kegiatan-kegiatan seperti itu adalah esensial.

Hal-hal esensial tersebut menjadi sajian materi pada acara pelatihan MNR berbasis HOTS yang digelar di ruko KPM (23-26/7). Semua peserta pelatihan dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menjadi guru matematika yang efektif. Guru efektif yaitu guru yang mampu menstimulasi kecakapan bernalar siswa melalui pembelajaran matematika.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA