Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

India Menyusul Amerika dan China ke Bulan

Selasa 23 Jul 2019 15:04 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih

Chandrayaan 2.

Chandrayaan 2.

Foto: moneycontrol.com
Peluncuran Chandrayaan-2 sempat tertunda karena alasan teknis.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI — Peluncuran salah satu misi luar angkasa paling ambisius dari India, Chandrayaan-2 berhasil dilakukan pada Senin (22/7). Pekan lalu, Amerika Serikat (AS) merayakan peringatan ke-50 pendaratan manusia pertama di bulan. China juga telah berhasil emmbuat robot yang menjelajahi sisi terjauh bulan.

Saat ini, wahana antariksa tersebut sedang berputar mengelilingi bumi dengan perigee (titik terdekat ke bumi) 169,7 kilometer dan apogee (titk terjauh ke bumiO 45,475 kilometer.

Baca Juga

Chandrayaan-2 berhasil diluncurkan dengan menggunakan kendaraan peluncuran Satelit Geosynchronous India GSLV MkIII-M1. Peluncuran itu juga menjadi penanda penerbangan operasional pertama GSLV Mk III. Dalam penghitungan mundur yang berlangsung selama 20 jam, pesawat ruang angkasa ini meluncur sesuai dengan waktu yang dijadwalkan, yaitu pukul 14.43 waktu India.

Sekitar 16 menit 14 detik setelah lepas landas, GSLV MkIII-M1 membuat Chandrayaan-2 tiba ke orbit bumi. Segera setelah pemisahan pesawat ruang angkasa itu dari kendaraan peluncuran, susunan secara otomatis dikerahkan, dengan arahan  Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO) Telemetri, serta Pelacakan dan Jaringan Komando (ISTRAC).

Kepala ISRO, K Sivan mengucapkan selamat atas peluncuran Chandrayaan-2 serta seluruh tim yang terlibat dalam misi ruang angkasa bersejarah ini. Ia mengatakan bahwa sangat gembira bahwa GSLV MkIII-M1 berhasil membuat Chandrayaan-2 menuju ke orbit 6000 kilometer, di mana itu merupakan lebih dari orbit yang dimaksud dan dinilai lebih baik.

“Hari ini adalah hari bersejarah bagi Sains dan Teknologi Antariksa di India. Saya sangat senang mengumumkan bahwa GSLV MkIII-M1 berhasil menyuntikkan Chandrayaan-2 ke orbit 6000 Km lebih dari orbit yang dimaksud dan lebih baik,” ujar Sivan dilansir Parabolicarc, Selasa (23/7).

Menurut Sivan, ini adalah awal perjalanan dalam sejarah misi ruang angkasa India menuju bulan. Tentunya, salah satu tujuan utama misi ini adalah melakukan percobaan ilmiah untuk mengeksplorasi yang belum dijelajahi.

Sebelumnya, pada 15 Juli lalu, ISRO mengamati hambatan teknis dalam peluncuran Chandrayaan-2 dan tim teknisi kemudian mengerjakan, memperbaiki, dan mengoreksi hambatan itu dalam waktu 24 jam. Hingga satu setengah hari setelahnya, tes yang diperlukan dilakukan untuk memastikan bahwa apa yang diperbaiki telah tepat dan menuju ke arah yang benar.

Dalam beberapa hari mendatang, serangkaian manuver orbit akan dilakukan menggunakan sistem propulsi terintegrasi Chandrayaan-2. Ini akan menaikkan orbit pesawat ruang angkasa secara bertahap dan kemudian menempatkannya di Lintasan Transfer Lunar untuk memungkinkan pesawat ruang angkasa melakukan perjalanan ke sekitar bulan.

GSLV Mk III adalah kendaraan peluncuran tiga tahap yang dikembangkan oleh ISRO. Kendaraan ini memiliki dua pengikat padat, penguat cairan inti dan tahap atas kriogenik. Kendaraan ini dirancang untuk membawa satelit kelas 4 ton ke Geosynchronous Transfer Orbit (GTO) atau sekitar 10 ton ke Low Earth Orbit (LEO).

Chandrayaan-2 adalah misi kedua India ke bulan. Ini terdiri dari Orbiter asli, Lander (Vikram) dan Rover (Pragyan), yang bertempat di dalam pendarat Vikram.

Tujuan misi ruang angkasa ini adalah untuk mengembangkan dan mendemonstrasikan teknologi utama untuk kemampuan misi bulan, termasuk pendaratan lunak dan keliling di permukaan bulan.

Sementara, di bidang sains, misi ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan manusia tentang bulan, melalui studi rinci topografi, mineralogi, dan komposisi kimia permukaan. Selain itu juga mengenai karakteristik termo-fisik dan atmosfer yang mengarah ke pemahaman lebih baik tentang asal dan evolusi salah satu sistem tata surya di alam semesta ini.

Chandrayaan-2 memiliki beberapa muatan sains untuk memfasilitasi pemahaman yang lebih rinci tentang asal-usul dan evolusi Bulan. Orbiter membawa delapan muatan, pendarat membawa tiga, dan penjelajah membawa dua.

Selain itu, eksperimen pasif disertakan pada pendarat. Payload orbiter akan melakukan pengamatan penginderaan jarak jauh dari orbit 100 km sementara payload Lander dan Rover akan melakukan pengukuran in situ di dekat lokasi pendaratan.

Fasilitas darat merupakan elemen vital ketiga dari penerimaan Chandrayaan-2. Ini berfungsi penting untuk menerima informasi kesehatan serta data ilmiah dari pesawat ruang angkasa. Mereka juga mengirimkan perintah radio ke pesawat ruang angkasa. Segmen Tanah Chandrayaan-2 terdiri dari Jaringan Luar Angkasa, Pusat Kontrol Pesawat Luar Angkasa, dan Pusat Data Sains Antariksa India.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA