Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sekolah Avicenna Jagakarsa Gelar Pelatihan Nalaria Realistik

Ahad 21 Jul 2019 20:47 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Sekolah Avicenna Jagakarsa mengkaji metode pembelajaran Matematika Nalaria Realistik (MNR) dan Sains Nalaria Realistik (SNR).

Sekolah Avicenna Jagakarsa mengkaji metode pembelajaran Matematika Nalaria Realistik (MNR) dan Sains Nalaria Realistik (SNR).

Foto: kpm
MNR dan SNR akan dikembangkan di Sekolah Avicenna.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Sekolah Avicenna Jagakarsa berkomitmen untuk konsisten meningkatkan kualitas guru-gurunya. Lembaga yang berkedudukan di Jagakarsa, Jakarta Selatan INI mengkaji metode pembelajaran Matematika Nalaria Realistik (MNR) dan Sains Nalaria Realistik (SNR) dalam pertemuan yang berlangsung selama 4 hari (8-11 Juli).

Baca Juga

Sebelumnya, pelatihan serupa telah dilakukan di Sekolah Avicenna Cinere, Depok, Jawa Barat, pada bulan April 2019. Pasca pelatihan MNR dan SNR, sekolah menerapkan dan mengembangkan MNR dan SNR di Sekolah Avicenna.

Kepala Departemen Program YPAP, H. Lardi bersyukur komitmen lembaganya dalam meningkatkan kualitas SDM di bidang matematika dan sains mendapat dukungan dari Klinik Pendidikan MIPA.

“Program pelatihan berfokus pada peningkatan kapasitas penalaran (berpikir tingkat tinggi) dalam pembelajaran matematika dan sains. Nantinya proses pembelajaran di sekolah Avicenna akan menggunakan metode MNR & SNR yang memfasilitasi keterampilan bernalar,” ujar H. Lardi.

H. Lardi menilai bahwa program pelatihan KPM sangat bagus. “Saya melihat sendiri prosesnya, selain distimulasi dengan membuat tema dan program pembelajaran melalui MNR & SNR, KPM juga berbagi pengetahuan tentang konsep pembelajaran yang efektif dan tepat guna bagi siswa," ucap dia.

Sementara itu, Noto Prayitno, guru SD Avicenna Cinere mengaku terkesan setelah menyelami metode MNR dan SNR. “Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan, salah satunya metode STEAM, kita diajak memaknai pembelajaran dengan cara yang berbeda,” ujarnya.

Hal senada dengan Noto Prayitno, Azlen, guru kelas 1 mengatakan tahapan pelatihan yang dia ikuti sangat berguna untuk diaplikasikan. "Hal tersebut tercermin dari semua tahapan pembelajaran, mulai dari peta konsep, masalah nyata, hingga pemecahan masalah. Alhamdulillah, saya dapat ikuti dan pelajari dengan baik,” kata Azlen.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA