Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Tokopedia Rambah Bisnis Tukar Tambah Ponsel

Jumat 19 Jul 2019 06:55 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Pengguna ponsel.

Pengguna ponsel.

Foto: EPA
Tokopedia memanfaatkan teknologi AI dan big data dalam layanan Tukar Tambah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan layanan jual-beli dalam jaringan (online) Tokopedia mengklaim layanan Tukar Tambah terjamin aman. Tokopedia menggunakan fitur cek fungsi dan cek fisik dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan big data.

Baca Juga

"Secara umum ada dua mekanisme, cek fungsi untuk memastikan semua mekanisme seperti layar sentuh, wifi, memori, kemudian foto. Mungkin fungsi baik, tapi lecet atau tidak," kata Category Development Lead Tokopedia, Fransiscus Leo Chandra selepas peluncuran layanan Tukar Tambah Tokopedia di Jakarta, Kamis.

Leo mengatakan, proses yang dibutuhkan untuk melakukan tukar tambah ponsel di Tokopedia membutuhkan waktu dua hingga tiga menit. Ia mengatakan layanan tersebut sangat inovatif.

"Tokopedia menjadi e-commerce pertama yang memiliki fitur itu (dengan) mudah, cepat, dan terstandardisasi. Harga (penawaran) juga bersaing jadi (pengguna) tidak perlu cek toko sebelah," ujar Leo.

Langkah pertama yang perlu dilakukan pengguna adalah memilih fitur Tukar Tambah di situs maupun aplikasi kemudian pilih jenis ponsel yang akan ditukar serta rentang harga ponsel yang ditawarkan.

Pengguna akan diminta melakukan tes fungsi singkat, seperti tes untuk memastikan tidak ada dead pixel dengan memencet kotak warna kuning pada layar.

Setelah tes fungsi selesai, Tokopedia akan mengirim tautan kepada pengguna untuk mengunggah foto ponsel yang akan ditukar tambah. Pada tahap itu, pengguna membutuhkan ponsel kedua untuk memotret.

Pengguna akan diminta mengambil foto ponsel dari depan dan belakang untuk memastikan kondisi fisik ponsel. Begitu foto diunggah, akan ada pemberitahuan pada situs atau aplikasi yang digunakan untuk melakukan proses tukar tambah.

Sistem akan menganalisa dan menaksir harga ponsel tersebut dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan big data. Selanjutnya, pengguna diminta untuk mengunggah foto KTP. Kemudian, kurir Tokopedia akan menghubungi untuk mengambil ponsel lama dan menyerahkan ponsel baru.

Kurir akan mengingatkan pembeli untuk sign out dari semua aplikasi yang digunakan. Selanjutnya, kurir akan mencocokkan nomor identitas asli ponsel (IMEI) pada gawai dengan IMEI yang telah didaftarkan sebelumnya. Kurir tidak akan melakukan pengecekan fisik dan lainnya, hanya memastikan nomor IMEI.

"Setelah itu, ponsel lama akan diambil dan diganti dengan ponsel baru," ujar Leo.

Dalam menghadirkan fitur Tukar Tambah, Tokopedia menggandeng penyedia layanan tukar tambah Laku6 yang telah beroperasi sejak 2015. Laku6 mengatakan, mereka menggunakan teknologi yang canggih menggunakan kombinasi software.

"Ponsel bekas tidak kami ekspor, tapi akan kembali dijual kepada mereka yang mencari ponsel bekas," ujar pendiri Laku6 Alvin Yap.

Namun, hanya beberapa penjual terpercaya di Tokopedia dengan tanda warna biru bertuliskan "Tukar Tambah" yang dapat melakukan layanan itu, salah satunya adalah Erajaya. VP Digital Marketing Erajaya Swasembada Eric Lee mengatakan layanan tukar tambah banyak diminati para pembeli ponsel Erajaya.

Tukar tambah online, menurut Eric, memiliki potensi yang sangat besar karena kemudahan yang ditawarkan kepada pemilik perangkat dan mampu memotong proses yang panjang di toko. Selain itu, ia menyebut harga yang ditawarkan juga dinilai transparan.

"Kombinasi bisnis tukar tambah dan teknologi punya potensinya luar biasa karena saat ini masih didominasi pemain tradisional meskipun ke depannya akan menjadi digital," ujar Eric.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA