Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Cara Sederhana Melindungi Privasi Digital Dari Peretas

Senin 15 Jul 2019 12:00 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Reiny Dwinanda

Hacker (ilustrasi)

Hacker (ilustrasi)

Foto: pixabay
Waspada, alat elektronik yang canggih bisa diretas.

REPUBLIKA.CO.ID, ARIZONA — Benda-benda yang dipergunakan manusia sehari-hari semakin canggih. Mobil dan televisi pintar saat ini bisa merespons apa yang diperintahkan pengguna pada mereka.

Belum lagi kamera dan ponsel juga semakin canggih. Namun, kebanyakan orang tidak sadar alat elektronik yang canggih bisa menjadi perangkat mata-mata potensial.

Untuk melindungi data pribadi jauh dari peretas , penyiar radio teknologi Kim Komando mengatakan, pengguna bisa mengubah pengaturan default alat elektronik pintar sesuai keinginannya. Misalnya, pengguna Mac biasanya membagikan file besar dengan perangkat terdekat dengan fitur AirDrop.

Jika fungsi Air Drop tidak dilindungi, semua jenis file sampah akan masuk. Umumnya ini terjadi di bandara, mal, atau tempat ramai lainnya, di mana gadget digunakan secara bersamaan.

Untuk melindungi fungsi AirDrop, pengguna Mac dapat membatasi akses AirDrop ke orang-orang yang berada di kontak pengguna. Mereka bisa mematikan fungsi AirDrop, bahkan dapat menolak file yang dikirikan orang tak dikenal.

Selanjutnya, banyak yang tidak sadar jika ponsel terhubung dengan mobil mungkin akan membuat data-data seperti kontak, preferensi, dan data navigasi akan berada di perangkat kendaraan tersebut. Ini menjadi masalah jika seseorang akan menjual kendaraannya.

Kalau itu terjadi maka semakin besar kemungkinan informasi yang rentan akan jatuh ke tangan yang salah. Untuk melindungi data pribadi, pengguna bisa memasang kode atau pin yang diprogram di perangkat mobil.

Pengguna juga disarankan oleh Komando agar membungkus kunci mobil nirkabel dalam alumunium foil. Penjahat siber sering dapat mendeskripsikan kunci dari jarak jauh dan memungkinkan mereka masuk ke dalam mobil.

Seperti yang dilansir Fox News, Senin (15/7), mungkin sudah saatnya pengguna menghentikan Alexa, Siri dan Google Home mendengarkan perintah dari suara. Trik ini sangat sulit karena asisten virtual dirancang untuk mendengarkan kata pengguna.

Tanpa mendengar frasa suara pengguna, alat-alat itu tidak berfungsi sebagaimana semestinya. Jika pengguna ingin Echo atau Home berubah menjadi sistem speaker bluetooth biasa, cara terbaik adalah tetap menghidupkannya atau hindari speaker pintar rumah.

Pengguna dapat menghentikan semua perangkat ini dari merekam suara pengguna. Ada baiknya pengguna menghapus rekaman-rekaman yang sudah tersimpan.

Pun, Komando mengungkapkan Nexrdoor adalah situs yang hebat untuk mengikuti berita lingkungan termasuk perubahan layanan dan peningkatan kejahatan jalanan. Ini menjadi cara yang mudah bagi tetangga untuk saling menghubungi dan berbagi infomasi yang bermanfaat.

Tetapi jika Nextdoor tidak dimonitor dengan baik, orang tak dikenal bisa saja menghampiri rumah. Pastikan alamat pengguna tidak terdaftar dalam di Nextdoor. Itu akan mencegah orang mengidentifikasi rumah pengguna.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA