Wednesday, 21 Zulqaidah 1440 / 24 July 2019

Wednesday, 21 Zulqaidah 1440 / 24 July 2019

Bayi Pertama dari Transplantasi Rahim Lahir di AS

Rabu 10 Jul 2019 17:30 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Reiny Dwinanda

Bayi baru lahir. (Ilustrasi)

Bayi baru lahir. (Ilustrasi)

Foto: parentmap
Seorang ibu di AS melahirkan bayi yang berhasil tumbuh di rahim hasil transplantasi.

REPUBLIKA.CO.ID, CLEVELAND -- The Cleveland Clinic mengklaim pihaknya telah berhasil membantu kelahiran bayi pertama di Amerika Utara yang berasal dari transplantasi rahim. Sang ibu disebut mendapatkan donor rahim dari orang yang telah meninggal.

Dilansir Associated Press, Rabu (10/7), klinik Cleveland mengatakan bayi perempuan itu lahir pada bulan Juni. Klinik ini telah melakukan lima transplantasi rahim sejauh ini dan tiga telah berhasil.

Sementara itu, dua pasien perempuan lain menunggu untuk mencoba kehamilan dengan rahim baru. Secara keseluruhan, klinik ini ingin merekrut 10 perempuan dalam studinya.

"Melalui penelitian ini, kami ingin menjadikan peristiwa luar biasa ini lazim bagi para wanita yang memilih opsi transplantasi rahim," kata ahli bedah transplantasi Andreas Tzakis dalam sebuah pernyataan di situs web The Cleveland Clinic, dilansir laman NBC News.

"Kami berterima kasih kepada donor. Kemurahan hati mereka memungkinkan mimpi pasien kami menjadi kenyataan dan bayi baru lahir," kata Tzakis.

Sementara itu, dilansir CNN, proses transplantasi memakan waktu 15 bulan. Ini adalah kedua kalinya dokter melahirkan bayi dari seorang wanita dengan rahim yang ditransplantasikan dari donor yang sudah meninggal.

Peristiwa yang pertama terjadi pada 2017 dalam uji coba di negara Brasil yang melibatkan seorang perempuan berusia 32 tahun yang lahir tanpa rahim. Dia menerima transplantasi rahim dari seorang perempuan berusia 45 tahun yang meninggal karena strok.

Sementara itu, Klinik Cleveland hanya menerima donor rahim dari wanita premenopause, usia 18 hingga 40 tahun. Akan tetapi, Falcone mencatat bahwa uterus wanita postmenopause yang hidup telah berhasil ditransplantasikan dalam percobaan terpisah.

"Proses untuk pasien ini memakan waktu sekitar 15 bulan dari transplantasi hingga kelahiran," katanya. 

Menurut Tzkis, kehamilan sang ibu tidak terlalu rumit. Ibu dari bayi itu bisa meninggalkan klinik dalam waktu tiga hari setelah menjalani operasi caesar.

Transplantasi uterus telah memungkinkan puluhan perempuan untuk melahirkan. Biasanya, mereka mendapatkan rahim yang disumbangkan dari donor hidup, seperti teman atau kerabat. Transplantasi ini dipelopori oleh seorang dokter Swedia yang berhasil pertama kali lima tahun yang lalu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA